blank
Pendidikan politik bagi kader WPP di Kantor DPC PPP Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Ketua DPC PPP Wonosobo KH Khoirullah Al Mujtaba atau akrab disapa Gus Itab mengatakan saat ini pihaknya mulai mempersiapkan kader perempuan untuk mendongkrak perolehan suara di Pemilu 2024 mendatang.

“Di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil) DPRD Wonosobo nanti ada minimal 3 caleg perempuan. Sehingga akan dipersiapkan 18 caleg perempuan. Di antara mereka harus ada yang terpilih sebagai wakil rakyat,” tegasnya.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Itab di sela-sela menghadiri acara “Pendidikan Politik Perempuan bagi Kader Wanita Persatuan Pembangunan (WPP)” yang digelar DPC PPP Wonosobo di Aula Kantor DPC PPP setempat.

Pendidikan politik bagi kader perempuan tersebut diikuti 45 peserta dan dilakukan secara bergelombang di beberapa Dapil Pemilu di Wonosobo. Peserta pendidikan politik perempuan merupakan kader yang tergabung dalam kepengurusan WPP di 15 Kecamatan di Wonosobo.

Menurut Gus Itab, pendidikan politik perempuan bagi kader PPP merupakan hal penting untuk mendulang suara kaum perempuan di Pemilu 2024 nanti. Apalagi di DPRD Wonosobo dari 45 wakil rakyat, kini baru ada 2 perwakilan kader perempuan yang berasal dari PDI Perjuangan.

“Perempuan dalam Islam sangatlah dimuliakan. Tidak hanya sebatas urusan rumah tangga saja, wanita ikut andil dalam memajukan bangsa. Sangat mulia bila perempuan bermanfaat bagi orang lain. Perempuan solehah akan menjadi kunci negara itu akan baik.

“Maka dari itulah perempuan berpolitik bukanlah hal yang salah.
Politik intinya akan mendapat kekuasaan di pemerintahan. Segenggam kekuasaan lebih berarti dari pada sekeranjang kebenaran,” tutur Gus Itab.

Warnai DPRD

blank
Peserta pendidikan politik bagi kader WPP di Kantor DPC PPP Wonosobo foto bersama. Foto : SB/Muharno Zarka

Dikatakan Gus Itab, PPP sendiri memberikan wadah khusus bagi kader perempuan melalui Badan Otonom (Banom) Wanita Persatuan Pembangunan (WPP). Dalam pendidikan politik perempuan ini akan memberikan pengetahuan mengenai persoalan politik kepada kaum hawa.

“WPP akan mengemban tugas menjadi penggerak partai pada kontestasi pemilu dan bersiap mengisi 30 persen kuota kursi perempuan dalam legislatif. Terlebih peran perempuan untuk memenangkan Pemilu 2024 cukup besar. Mengingat jumlah pemilih perempuan cukup signifikan,” ucapnya.

Ketua DPW WPP Jawa Tengah Nur khasanah menambahkan, dengan 30 persen target keterwakilan perempuan PPP ke depan akan lebih akomodatif pada kader perempuan dan dipertimbangkan terpilih sebagai anggota legislatif.

“Selain itu, prestasi-prestasi yang telah dicapai dari politisi perempuan PPP, harus disampaikan untuk mendorong semangat para kader untuk selalu berkembang. Para politisi perempuan musti melihat realitas yang ada saat ini. Isu-isu yang menyangkut perempuan menjadi hal harus jadi perhatian utama,” tandasnya.

Saat ini, imbuhnya, realitas di masyarakat banyak kasus yang berkaitan dengan perempuan seperti kekerasan dan ketidakadilan. Karena itu, kader perempuan harus melek politik dan bisa hadir melalui ruang DPRD untuk ikut mengatasi persoalan tersebut.

Dengan duduk menjadi anggota dewan, lanjut dia, kaum perempuan sudah barang pasti akan bisa ikut memperjuangkan permasalahan yang berkaitan dengan perempuan. Kebijakan publik yang pro pada perempuan juga bisa terkawal dengan baik.

“Melalui penguatan pendidikan politik, maka pasti akan lahir kader perempuan yang berkualitas, punya impian, ilmu dan keterampilan politik yang memadahi. Mereka inilah yang nantinya diharapkan mampu mewarnai suasana di DPRD,” pungkasnya.

Muharno Zarka