blank
UDD PMI Kota Surakarta memberi materi pengambilan darah kepada staf UDD PMI Kebumen.(Foto:SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Guna meningkakan kemampuan tata cara pengambilan darah donor, sebanyak 19 petugas dan staf Unit Donor Darah (UDD)  PMI Kebumen, baru-baru ini mengikuti pelatihan penyegaran pengambilan donor darah dan rantai dingin.

Dari 19 peserta tersebut terdiri atas staf teknis pengambilan darah pada saat donor (atau dikenal dengan istilah aftap) dan Staf Laboratorium. Pelatihan   berlangsung  di Aula UDD PMI Kabupaten Kebumen, dengan mengundang narasumber Tim Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surakarta.

Acara dihadiri langsung Kepala UDD PMI Solo dr Achmad Reza Diagitama bersama tim nakes, Atik Sumiati dan Sri Subekti. Mereka  memberikan materi sekaligus praktik mengenai teknik seleksi donor, penyimpanan dan pengiriman darah hingga pengepakan dan distribusi darah.

blank
Pembukaan pelatihan pengambilan darah di UDD PMI Kebumen.(Foto:SB/Ist)

Para peserta pelatihan antusias mengikuti kegiatan penyegaran materi tersebut. Terlebih Tim UDD PMI Kota Surakarta langsung terjun mempraktikan alat-alatnya di Ruang Donor secara detail.

Menurut Kepala UDD PMI Kebumen dr Sri Fatmahwati MSI, pelatihan tersebut sangat  penting guna memperbaharui  materi-materi donor darah bagi staf  UDD PMI Kebumen.

“Kita belajar bersama Tim dari UDD PMI Solo untuk pelayanan UDD PMI Kebumen supaya  lebih baik dan modern. Saya yakin teman-teman aftap di sini masih muda-muda harus belajar lebih untuk menjadi aftaper yang profesionalm,”tandas dokter Fatmawati.

Menyinggung pemilihan Tim UDD PMI  Surakarta terbukti dengan pencapaian kantong darah hingga 500 kantong/hari. Hal tersebut menjadi landasan Kepala UDD PMI Kebumen dan Tim Donor Darah menimba ilmu bersama PMI Solo.

“Saya berharap kita banyak belajar dari UDD PMI Solo yang lebih dahulu tahu dalam materi-materi donor darah karena luar biasa sekali di sana dapat berkembang pesat unit donor darah dengan pelayanan aftaper yang lebih profesional sehingga capaian darah pernah tembus 500 kantong per hari,”imbuh Fatimah.

Komper Wardopo