blank
Harga telor di Wonogiri anjlok drastis. Di kios grosir Inti Telor selatan Stasiun KA Wonogiri, harganya per kilogram Rp 19.500,-

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Harga telor di Wonogiri anjlok dratis. Di bakul eceran Pasar Wonogiri Kota, Jumat (211), harganya per kilogram (Kg) Rp 20 ribu, dan di pedagang grosir Rp 19.500,-

”Telor dua puluh ribu rupiah,” tutur Ny Anang. Bakul kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) Pasar Wonogiri Kota ini, Jumat (21/1), menyatakan, harga itu menjadi terendah pasca Nataru (Natal 2021 Tahun Baru 2022).

Sementara itu, pedagang grosir Inti Telor Wonogiri, H Kinto, menyebutkan, harga telor kini turun menjadi Rp 19.500,- per Kilogram (Kg).

Saat menjelang perayaan Nataru, harga telor di pasaran melonjak sampai Rp 33 ribu per Kg. Tapi selepas Nataru, harganya berangsur-angsur menurun. Penurunannya berlangsung secara bertahap, semula bertahan di harga Rp 24 ribu, kemudian turun lagi menjadi Rp 22,5 ribu dan kini anjlok menjadi Rp 19,5 ribu-Rp 20 ribu.

Dikeluhkan Peternak

Harga telor yang anjlok ini, dikeluhkan para peternak ayam petelor. Pasalnya, harga pakan bertahan tinggi, tapi harga telor anjlok. Beberapa peternak ayam di Wonogiri, menyatakan senang ketika harganya membaik di harga Rp 33 ribu/Kg.

Adi, salah seorang peternak ayam di Wonogiri, menyatakan, untuk BEP (Break Even Point) atau kembali modal, mestinya bertahan pada harga Rp 22 ribu-Rp 23 ribu/Kg di tangan produsen.

Kasubsi Penmas Humas Polres Wonogiri, Aiptu Iwan Sumarsono, menyebutkan, meski diwarnai harga telor yang anjlok, hasil pantauan Polres Wonogiri menyatakan, stok Kepokmas di Kabupaten Wonogiri berada dalam jumlah cukup.

Sesuai harga yang diumumkan pemerintah, minyak goreng kemasan dijual Rp 14 ribu/Kg di toko-toko modern. Warga yang berebut membeli harus ngantri. Sementara itu, di pedagang pasar dan warungan harganya masih bertahan Rp 20 ribu/Kg.

Bambang Pur