blank
Materi branding dan packaging, diberikan oleh Dosen ISI Basnendar Herry Prilosadoso, dalam pelatihan kepada para pelaku UMKM Kampung Batik Solo.

SOLO (SUARABARU.ID) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kuliner Kampung Wisata Batik Kauman, Surakarta, mendapatkan pelatihan tentang branding dan packaging.

Materi pelatihan branding dan desain kemasan, diberikan oleh Basnendar Herry Prilosadoso SSn, MDs selaku co founder Komunikotavisual, yang juga dosen Prodi DKV FSRD ISI Surakarta.

Basnendar, menyatakan, beragam pertanyaan dilontarkan peserta pelatihan, yakni tentang bagaimana mencipta logo yang menarik. Juga tentang merancang desain kemasan, yang sesuai dengan produk UMKM.

Termasuk pemilihan jenis warna kemasan, agar menggugah selera dan mampu menjadi daya tarik konsumen, dalam upaya menguatkan pemasaran produk.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan stakeholder terkait, berniat mengembangkan program pilot project kawasan kuliner halal berbasis komunitas dan budaya di Kampung Kauman.

Langkah itu, diawali dengan menyelenggarakan pelatihan yang diikuti 50 pelaku UMKM. Materi yang diberikan antar lain soal higienitas pengolahan produk, perizinan industri rumah tangga (PIRT), branding dan packaging.

Secara Online

Juga diberikan pembimbingan materi pemasaran produk secara online, teknik fotografi, dan pengenalan keuangan dasar. Yang beragam materi tersebut, diberikan selama 4 hari.

Kegiatan ini, dikunjungi oleh Ketua Tim Penggerak PKK yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dekranasda Kota Surakarta, Selvi Gibran Rakabuming, bersama rombongan.

Kepada peserta pelatihan, dipesankan untuk tetap semangat dalam berusaha dan berwiraswasta, walau masih dalam pandemi Covid-19.
Setiap daerah memiliki potensi kuliner khas, yang itu dapat dijadikan daya tarik.

Potensi kuliner menjadi sub sektor penyumbang Produk Domestik Bruto terbesar dari Ekonomi Kreatif 43 persen. Namun selama pandemi Copvid-19, sektor kuliner menjadi usaha ekonomi yang paling banyak mengalami penurunan.

Basnendar Herry Prilosadoso, Minggu (12/12), menjelaskan, melalui pelatihan ini diharapkan UMKM bisa bangkit berdaya. Termasuk dalam mendukung program Kauman sebagai destinasi tematik unggulan Kampung Wisata Batik di Surakarta.

Bambang Pur