SEMARANG (SUARABARU.ID) – Setelah kurang lebih lima tahun vakum dari segala kegiatan, Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Jawa Tengah kembali aktif kembali yang ditandai dengan pembentukan kembali seluruh pengurus cabang.
Bertempat di aula Kodam IV/Diponegoro, Senin 27 Oktober 2025, sebanyak 15 Pengurus Cabang Generasi Muda (GM) FKPPI se-Jateng dilantik secara resmi.
Mereka yang dilantik adalah pengurus dari Semarang, Surakarta, Tegal, Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Brebes, Grobogan, Boyolali, Karanganyar dan Klaten.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua GM FKPPI Jateng, Arnaz Agung Andrarasmara, disaksikan oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin SE Mhan, dan Ketum PP GM FKPPI, Dwi Rianta Soerbakti.
Dalam sambutannya, Arnaz menyebut pelantikan dan pengukuhan para pengurus cabang ini sebagai momentum kebangkitan organisasi putra – putra purnawirawan TNI/Polri ini.
“Ini sekaligus menghidupkan kembali organisasi kita ini karena tentunya memakai baju doreng ini bukan sekedar kebanggaan karena tidak semua orang bisa memakainya,” katanya.
Lebih jauh Arnaz berharap seluruh pengurus dan anggota FKPPI bisa menjaga marwah organisasi dan juga attitude dan perilaku sehari-hari.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, tak lupa mengucapkan selamat kepada para pengurus yang dilantik.
Dirinya berharap, kepengurusan GM FKPPI dapat bersinergi dan berkomunikasi dengan baik dengan seluruh elemen baik internal maupun eksternal.
Jajaran Kodam mulai dari Korem, Kodim hingga Koramil, dipastikannya akan mendukung penuh program kerja FKPPI Jateng.
“Tapi inikan yang dilantik baru 15 ya, jadi masih kurang 21. Nah saya harap yang 21 ini segera dibentuk di tiap kabupaten/kota, nanti targetnya di pertengahan tahun 2026 semua sudah ada pengurus cabangnya,” pesan Pangdam.
Tak hanya itu saja, Pangdam juga memerintahkan kepada jajaran Korem dan Kodim di wilayah Jawa Tengah untuk membantu anak-anak anggota TNI yang minimal sudah lulus SMA untuk didata untuk kemudian diajak belajar berorganisasi melalui FKPPI.
“Ke depan harapannya kita bisa minimal sama dengan Jawa Timur maupun Jawa Barat. Terus terang saya agak miris juga mendengar info bahwa di dua provinsi itu anggotanya sampai 10 ribu lebih, padahal prajurit Kodam di Jateng ini lebih banyak lho, sekitar 40 ribuan, kalau satu anggota punya 2 – 3 anak maka tinggal dikalikan saja itu (jumlah anggota GM baru),” katanya.
Sementara itu, Ketum PP GM FKPPI, Dwi Rianta Soerbakti, menambahkan, bahwa kepengurusan GM FKPPI di Jawa Tengah ini sudah cukup lama ‘tertidur’.
Karenanya dirinya berharap di bawah kepengurusan Arnaz, GM FKPPI semakin solid dan mampu mengembangkan organisasi ini sampai ke puncaknya.
“Langkah ini tidak boleh terhanti karena PR-nya masih panjang. Segera konsolidasi dengan tokoh-tokoh di Jawa Tengah agar segera terbentuk pengurus cabang di daerah yang masih kosong,” katanya.
Lebih dari itu, dirinya berharap kepengurusan cabang yang sudah terbentuk tidak terhenti di situ namun juga dilanjutkan dengan pembentukan pengurus di tingkat rayon.
“Harus sesuai perintah dan arahan dari Panglima Kodam IV/Diponegoro sampai akhir tahun atau pertengahan tahun depan ini terbentuklah 36 pengurus cabang di Jawa Tengah,” katanya.
Rianta juga berpesan bahwa GM FKPPI ini adalah organisasi yang murni benar-benar beranggotakan anak anggota TNI Polri, independen dan tidak berhaluan politik apapun.
Karenanya ia berharap jangan sampai GM FKPPI disusupi anggota yang bukan anak TNI/Polri.
“Jadi kelengkapan administrasi itu adalah mutlak adanya, sangat ketat. Oh ya dalam waktu dekat kami juga akan gelar Tes Potensi di Bulan Desember mendatang,” katanya.













