blank
Perum Bulog Jawa Tengah melalui Tim Jemput Gabah melakukan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) petani dalam masa panen gadu di Desa Badran, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa 23 September 2025. foto : istimewa

KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam rangka masa panen gadu periode September – Desember, Perum Bulog Jawa Tengah melaksanakan giat pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) dengan menyerap seluruh gabah kering petani.

Perum Bulog Jateng menerjunkan langsung Tim Jemput Gabah ke sentra – sentra pertanian di Jawa Tengah secara serentak dan melakukan pembelian langsung gabah kering petani dengan harga setara sesuai HPP atau dibawah HPP.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, saat giat penyerapan GKP di Desa Badran, Kecamatan Susukan, mengatakan, kalau saat ini pihaknya mendapat tugas dari Badan Pangan Nasional (BPN) untuk menyerap seluruh gabah kering dari petani.

“Memperhatikan panen gadu gabah yang berkembang periode September – Desember, pemerintah memberikan penugasan kembali kepada bulog untuk melakukan serapan Gabah Kering Panen (GKP) semester II,” katanya, Selasa 23 September 2025.

Dirinya menjelaskan, penugasan untuk melakukan penyerapan gabah kering tersebut tertuang melalui surat dari Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) No.257 tanggal 18 September 2025.

“Jadi sebelumnya, Bulog sudah melakukan penyerapan (GKP) dan serapannya sudah tercapai 3 juta ton setara beras. Pada periode gadu ini, memperhatikan harga di beberapa wilayah panen ada yang mengalami harga kurang dari Rp 6.500 atau setara Rp 6.500, kali ini kami melakukan serapan GKP yang harganya sama atau kurang dari Rp 6.500,” katanya.

blank
Tim Jemput Gabah dari Perum Bulog Jateng melakukan penimbangan gabah hasil panen musim kemarau (gadu) dalam rangka penyerapan Gabah Kering Panen (GKP), Selasa 23 September 2025. foto : istimewa

Lebih lanjut, Sri Muniati mengatakan, giat penyerapan kali ini merupakan action dalam rangka mengantisipasi (kemungkinan) terjadinya harga gabah jatuh, atau ketika terjadi harga gabah jatuh maka Bulog melakukan penyerapan.

“Selama kita mendapati harganya sama setara atau kurang dari Rp 6.500, maka kita melakukan serapan. Tapi sekarang ini kan harga gabah relatif bagus di atas HPP, kalau seperti itu kita membebaskan petani menjual gabahnya kemanapun,” katanya.

Sri Muniati menambahkan, terkait dengan stok cadangan beras pemerintah di Bulog Kanwil Jateng, hingga saat ini jumlahnya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan penyaluran di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Stok cadangan beras yang ada saat ini kurang lebih sampai 307.341 ton setara beras, sementara untuk target pengadaan beras sendiri di 2025 yang ditugaskan kepada Bulog Kanwil Jateng kurang lebih 283.702 ton setara beras dengan realisasi sampai 22 September 2025 adalah 263.519 ton setara beras.

Serapan ini sendiri adalah yang tertinggi oleh Bulog Kanwil Jateng dalam 6 tahun terakhir. Bahkan, dalam 5 tahun terakhir rata rata serapan di Jateng ada sekitar 82.200 ton setara beras dan ini mengalami peningkatan yang luar biasa optimun untuk hasil dari petani Jateng

“Terhadap panen gadu ini, sampai Desember 2025 kita melakukan serapan dengan mekanisme cadangan beras pemerintah, jadi otomatis dilakukan dengan pola Harga Rp 6.500 seusai HPP. Kemudian juga dibuktikan dengan perkembangan harga di wilayah panen setempat yang memang layak kami lakukan serapan. Dan kalau harganya diatas HPP, tentu itu jadi nilai tambah petani untuk menikmati kesejahteraan lebih,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, dalam kesempatan yang sama juga mengatakan kalau Perum Bulog Semarang terus melakukan serapan GKP para petani hingga akhir Desember 2025.

“Kami harap masyarakat dan petani tidak perlu ragu, karena kami akan tetap terus melakukan serapan sepanjang tahun hingga Desember 2025, tentu kami akan mengusahakan dengan melakukan kerjasama dengan mitra – mitra setempat seperti tempat penggilingan supaya tetap optimal dan memaksimalkan serapan di musim panen gadu ini,” pungkasnya.

Hery Priyono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini