blank
Kegiatan di dapur umum PMI Kebumen menyiapkan 1.950 nasi bungkus untuk dua pondok pesantren.(Foto:SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sampai dengan Sabtu (10/10) Pukul 19.57 Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen mengungkapkan data jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-9 sudah mencapai 946 kasus. Pada hari Sabtu ini ada penambahan kasus positif corona sebanyak 38 orang.

Berdasarkan peta zonasi, tiga kecamatan di Kabupaten Kebumen dinyatakan masuk zona merah yaitu Kecamatan Kebumen, Pejagoan dan Alian. Angka terpapar positif corona di tiga kecamatan itu relatif tinggi, terutama dari kasus penularan di pondok pesantren dan kompleks perumahan.

Secara terpisah Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen Cokroaminoto menjelaskan, berdasarkan peta zonasi Kabupaten Kebumen yang dikeluarkan Provinsi Jawa Tengah, edisi Kamis (08/10/20), Kabupaten Kebumen berada pada zona oranye di antara kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Di tingkat Kabupaten Kebumen,  wilayah zona merah meliputi Kecamatan Kebumen, Alian, Pejagoan. Kecamatan zona oranye 12, meliputi Kecamatan Mirit, Bonorowo, Karangsambung, Prembun, Kutowinangun, Buluspesantren, Sruweng, Petanahan, Gombong, Kewarasan, Puring, Ayah.

Zona hijau  ada 4, yaitu Kecamatan Adimulyo, Poncowarno, Padureso, Sadang.  Status zona kuning  ada 7 meliputi Kecamatan Ambal, Klirong, Buayan, Rowokele, Sempor, Karanganyar, Karanggayam.

Gugus Tugas terus mengingatkan warga Kebumen agar manaati protokol kesehatan. Warga diimbau menghindari kerumunan dan selalu memakai  masker saat di luar rumah. Masyarakat pun diminta meningkatkan imunitas melalui olah raga sehat seperti jalan kaki maupun bersepeda.

Sementara itu aktivitas di dapur umum PMI Kebumen Jalan Arungbinang masih menangani percepatan pemulihan Covid-9. Dapur umum PMI harus  menyiapkan 1.590 bungkus nasi setiap hari untuk santri dua pondok pesantren (ponpes), yaitu Ponpes Nurul Hidayah Desa Bandung Kebumen dan Ponpes  Al Ashar Kalijaya Alian.

Staf Markas PMI dibantu puluhan sukarelawan setiap hari tiga kali memasak dan menata nasi di dapur umum. Adapun logistik dicukupi dari BPBD Kabupaten Kebumen dan bantuan  pihak yang peduli. Menu dapur umum dibuat bervariasi dengan mempertimbangkan pemenuhan  gizi.

Komper Wardopo