SRAGEN (SUARABARU.ID)– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sragen menggelar Forum Konsultasi Publik ( FKP ), Kamis (24/7/26).
Jajaran RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dipimpin langsung Direktur dr. Iin Dwi Yuliarti, M.Kes. Hadir pula perwakilan tokoh masyarakat, ormas, RT/RW, Lurah dan Camat.
Sedangkan dari DPRD Kabupaten Sragen tampak hadir Legislator Fraksi Partai Golkar Sri Pambudi dan Tono dari Partai Nasdem.
Di antara materi yang dibahas adalah tentang kesehatan jiwa, salah satu yang diangkat adalah program Lembayung Senja yang ada di RSUD Sragen.
Program Lembayung Senja di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen adalah layanan penjemputan pasien jiwa di rumah.
“Nama program ini merupakan singkatan dari Layanan Methuk Boyong Pasien Jiwa,” tutur Direktur dr.Iin Dwi Yuliarti.
Program Lembayung Senja inilah yang menjadi jawaban kepada salah satu peserta, Jayeng Surono dari Yayasan Sehat Waras Sejahtera yang berada di Tanggung RT 2 Desa Pilangsari Kecamatan Gesi, yang saat ini sedang merawat sekitar 10 ODGJ.
Menurut Jayeng, salah satu kendala yang dia hadapi adalah ketidakpunyaan mobil untuk mengangkut pasien.
“Kemarin sore ada ada orang dengan gangguan jiwa yang ngamuk, di Dukuh Sudo Desa Blangu Gesi. Saya lihat keluarga si ODGJ itu malu, tapi sudah tidak tahan karena sering anggota keluarganya itu ngamuk,” ujar Jayeng Surono.
Jayeng sering memungut penderita sakit jiwa yang menggelandang di jalan yang ia temui untuk dibawa pulang ke rumah yayasan dan diobati agar sembuh.
Menanggapi hal itu , fihak RSUD dr Soehadi Prijonegoro merespon dengan adanya program Lembayung Senja. “Di Rumah sakit ini dalam setahun terakhir disediakan kamar untuk para pasien jiwa, namanya Alamanda,” kata Jayeng.
Responsif Jemput Bola
Legislator DPRD Sragen Tono yang juga pimpinan lembaga pendidikan bahasa Jepang Dan Korea , berharap program Lembayung Senja RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen bisa lebih responsif menangani warga yang terkena gangguan jiwa , dengan sistem jemput bola.
“Sragen sebagai kawasan perlintasan sering mendapati orang orang dengan gangguan jiwa dijalanan, karena itu Lembayung Senja ini harus berani jemput bola menangani saudara kita ODGJ,” ujar Tono.
Beberapa stakeholders yang ikut dalam forum ini antara lain , Komunitas Pers Sragen, Saganu lkomunitas ambulance, Ketua Forasi ( Forum Anak ) Sragen ,
Ketua Forum Genre Sragen, Kelua Yayasan Disabilitas Fajar lndah, Ketua Yayasan SPASI Sragen, Pimpinan Solo Medicare, dan lain sebagainya.
Acara Forum Konsultasi Publik ini diakhiri dengan penandatanganan bersama para perwakilan peserta. Peserta merespon positif Forum Konsultasi Publik itu.
Anind













