PURWOREJO (SUARABARU.ID) – Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga kurang mampu di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.
Melalui rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), lima keluarga bakal segera memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak huni, Sabtu (18/7/2026).
Pembangunan RTLH menjadi salah satu sasaran fisik TMMD Reguler Ke-129. Saat ini, pekerjaan di sejumlah rumah telah memasuki tahap pemasangan dinding, menandai progres pembangunan yang terus berjalan menuju penyelesaian.
Bagi para penerima manfaat, rumah bukan sekadar tempat berteduh. Hunian yang layak menjadi ruang untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik, tempat anak-anak belajar, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
Dansatgas TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja mengatakan, pembangunan RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran TMMD benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan menghadirkan kebahagiaan bagi warga. Semoga rumah yang dibangun ini dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman dan membawa semangat baru bagi keluarga penerima manfaat,” ungkapnya.
Dansatgas menyebut, keberhasilan pembangunan RTLH tidak lepas dari semangat gotong royong antara personel Satgas TMMD dan masyarakat.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Program RTLH dalam TMMD Reguler Ke-129 diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memberi dampak sosial yang berkelanjutan.
Rumah-rumah yang sebelumnya kurang layak kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman bagi para penghuninya.
Melalui TMMD Reguler ke-129, Kodim 0708/Purworejo kembali membuktikan bahwa pembangunan bukan hanya soal mendirikan bangunan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat pedesaan.
Agus S













