blank
Pentolah Congrock Marco Marnadi tampil bersama Agung Siomay dan Igus Jarianto. Foto: R. Widiyartono

Kemudian Igus Jarianto membawakan lagu karya Budiman BJ Keroncong Ciptaan Lama. Yang dinyanyikan Igus adalah keroncong asli. Kemudian disusul oleh tamu yang hadir, Hery dengan Langgam Keroncong Mahameru karya Samsidi.

Penyumbang lagu lainnya Ireng dengan lagu lama yang pernah dinyanyikan Bing Slamet, Stambul Chacha.

Cukup banyak tamu yang menyumbangkan lagu, seprti Wahib dengan Langgam Sampul Surat, Ronita Untuk Kekasih.

Suasana makin meriah ketika tiga perempuan tampil menyanyikan lagu Jogja Istimewa milik Ndarboy. Penonton pun ikut turun berjoget bersama. Disusul dengan sebuah lagu barat romanti When you tell mei that you love me oleh Erna disusul Gamal dengan sebuah lagu keroncong asli.

Jam Session

Seperti biasa, Waroeng Keroncong Semarang selalu melakukan jam session, memberikan kesempatan pada pemusik lain untuk tampil. Maka Sebagian personel OK Gita Pesona pun turun beristirahat, digantikan dengan pemain lain. Misalnya biola oleh Agus Gunawan, kemudian cuk oleh Edy Kentrung yang sangat energetik, dan lainnya.

Ternyata hadir juga pentolan Congrock 17, Marco Marnadi. Dia hadir tak sekadar untuk meledek Agung Siomay, tetapi juga menyanyikan lagu Jemu-nya Koes Plus.

Lalu Nabila dengan lagu Jawa Denok. Kemudian Yuni Afi yang benyak beredar di Youtube juga tampil dengan Stambul Tretes Raya. “Mosok cuma satu lagu, sudah kadung naik panggung. Satu lagi Ikan dalam Kolam,” kata Yuni sambil mengajak penonton ikut menari. Mengalunlah lagu dangdut dengan irama keroncong.

blank
Yuni Afi, penyanyi keroncong yang bisa banyak ditemui di Youtube, tampil menyanyikan Stambul Tretes Raya. Foto: R. Widiyartono

Hadir juga penyanyi keroncong gaek, Kartiman Londo. Usia Kartikan sudah 70 tahun, tetapi masih sangat tegap, dengan rambut gondrongnya. Pada diri Kartiman mengalir darah Belanda dan Ambon dari orang tuanya.

“Malam ini saya ingin mengenang mama saya yang orang Ambon, dengan menyanyikan lagu Sio Mama,” ujarnya. Dan, mengalunlah lagu Amboina yang sendu itu. Sebelumnya Anne, istri Ireng juga tampiul dengan lagu Cinta-nya Vina Panduwinata, kemudian Agung Siomay. “Saya akan menyanyikan tuku batik. Eh, masud saya I don’t want to talk about it……,” katanya sebelum mendendangkan lagu Rod Steward ini.

Jam session berakhir, kembali OK Gita Pesona dengan personel lengkap naik panggung,  dan sang vokalis Masdian Ningrum dengan lembut mendayu mendendangkan tembang Sunda, Bajing Luncat, disusul Margono dengan Keroncong Sedap Malam.

blank
Kartiman Londo, penyanyi kroncong Semarang legendaris menyanyikan Sio Mama. Fto: R. Widiyartono

Sekitar pukul 23.00, pergelaran berakhir. Taman Kedondong makin sepi, karena para pedagang kuliner sudah mulai menutup kedainya, dan panggung keroncong pun usai. Rabu malam yang indah, menikmati musik keroncong di Taman Kedondong Semarang.

R. Widiyartono