blank
Dirut PT TWB Mardijono Nugroho menyerahkan kunci rumah kepada penerima manfaat, hari ini (Selasa, 14 Juli 26). Foto: eko

KOTA MUNGKID
(SUARABARU.ID) – Dua buah rumah yang semula tidak layak huni di Dusun Ngaran I, Desa Wanurejo dan Dusun Bogowanti Kidul, Borobudur, Kabupaten Magelang, diresmikan dan diserahkan kepada penerima manfaat atau pemiliknya, hari ini (Selasa, 14 Juli 2026). Pembangunannya dibiayai oleh PT Taman Wisata Borobudur (TWB), masing-masing senilai Rp 60 juta.

Dirut PT TWB, Mardijono Nugroho, ketika ditemui usai peresmian rumah tersebut mengatakan, pembangunan tersebut dalam rangka
ulang tahun ke-46 InJourney Destination Management. Karena lokasinya di wilayah Kecamatan Borobudur, pelaksananya adalah Taman Wisata Borobudur. “Taman Wisata Borobudur  memberikan dampak kepada kawasan. Salah satu program di kawasan, yaitu tanggung jawab sosial dan lingkungan,” jelasnya.

Disebutkan, selama ini telah membangun sekitar 60 unit rumah. Tahun ini punya program memperbaiki empat buah rumah, adapun yang telah dibangun dua rumah. Diharapkan dua rumah lainnya bisa segera dibangun  tahun ini.

Adapun biaya program tersebut diberikan dana CSR sekitar Rp 60 juta untuk tiap rumah. Diharapkan memberi manfaat kepada warga,  supaya mereka hidup dengan layak, terutama mengenai rumah.

Dipaparkan, program itu tidak hanya dilakukan di wilayah Borobudur saja. Bisa juga meluas ke wilayah Kabupaten, eks-Karesidenan Kedu, bahkan wilayah Jawa Tengah.

“Jadi kami harapkan Borobudur yang menjadi episentrum Jawa Tengah ini menjadikan sinar untuk Jawa Tengah dan memberikan dampak ekonomi budaya kepada kawasan Jawa Tengah,” harapnya.

blank
Febrina Intan menyerahkan kunci rumah kepada Mukodin, hari ini (Selasa, 14 Juli 26). Foto: eko

Di sisi lain dia menjelaskan jumlah kunjungan wisatawan pada masa liburan sekolah yang baru lalu. Menurutnya kebetulan bersamaan dengan musim panas di Eropa. Maka mereka datang berkunjung ke Indonesia.

Dijelaskan, selama ini pihaknya telah berupaya meningkatkan pelayanan untuk menyambut wisatawan yang lebih berkualitas. Sebagai hasilnya, pada masa liburan lalu rata-rata lima ribu pengunjung/hari. Bahkan yang naik ke candi bisa sampai dua ribu orang/hari.

Sedangkan untuk turis mancanegara antara 1.000 sampai 1.500 orang. Diharapkan bulan Juli ini, Agustus, September bisa sampai ke angka 4.000/hari. “Tanggal 20 Juni sampai 12 Juli totalnya 148.000 pengunjung,” jelasnya.

Hadir dalam acara di Ngaran I, Borobudur, itu antara lain Dirut InJourney Destination Management (nama resmi: PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko) Febrina Intan, beserta semua direksi, Pj Sekda Kabupaten Magelang David Rudianto, dua pemilik rumah, yakni
Haryono dan Mukodin,  Forkompincam Borobudur, Magelang, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Penerima manfaat, Mukodin (63), warga RT 4, RW 5, Dusun Ngaran I, Desa Wanurejo, Borobudur, ketika ditemui di sela acara itu menyatakan sangat berterima kasih atas dibangunnya rumah dia. Rumah duda beranak empat itu semula hampir roboh.

Dia tidak menyangka kalau rumahnya bakal dibangun menjadi bagus. Awalnya
Kadus setempat, Maryoto, pernah mengatakan bahwa rumah Mukodin akan diajukan menerima bantuan. Akhirnya tempat tinggal di atas tanah seluas 6×8 meter itu dibangun dan selesainya 30 Juni lalu.

“Saya sangat berterima kasih punya rumah yang patut ditempati. Dulu omah gedek (anyaman bambu-Red),” tuturnya.

Eko Priyono