
Ketua Tim Peneliti IG Batik Girilayu UNS, Dr. Abdul Kadir Jaelani, mengatakan dalam tiga tahun terakhir pihaknya mendampingi masyarakat pemilik PUD di berbagai tempat.
Karanganyar tercatat memiliki 105 jenis PUD. Salah satu permasalahan utama adalah pemahaman tentang pentingnya IG ketika masyarakat ingin berkolaborasi dengan pihak luar atau melakukan ekspor.
“Peran kami sebagai akademisi dan peneliti adalah langkah awal pendampingan. Kami meriset dan harus sesuai dengan Kemenkumham,” katanya.
Untuk Batik Girilayu, saat ini proses baru sampai penyusunan Dokumen Deskripsi. Tim peneliti akan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah pada 27 Juli 2026, dan jika tidak ada kendala, dokumen akan diunggah pada 29 Juli 2026.
Penyerahan dari Kementerian Hukum ke Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar ditargetkan pada Oktober atau November 2026. Sebagai bentuk edukasi, akan dipasang penanda Indikasi Geografis Batik Girilayu di area Girilayu.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Karanganyar, Titis, menyebut kegiatan ini sebagai momentum yang melibatkan banyak pihak.
Ia menyoroti sejarah batik di Karanganyar dengan merujuk koleksi Museum Batik di Belanda yang menyimpan Batik Gondosuri, Gerdu, Jenawi, dan Pancot dari Karangpandan era 1600 hingga 1900-an yang masih terkait Keraton Mangkunegaran VII. Ia mengusulkan pembuatan museum batik dan replika untuk edukasi masyarakat.
Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Karanganyar, Dwi Cahyono, menambahkan bahwa perlindungan HKI termasuk IG berperan penting dalam meningkatkan perekonomian daerah.
Pemkab terus mendorong riset dan inovasi lewat kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UNS. Hingga 2027, pemerintah menargetkan sertifikasi halal untuk 500 produk dan pengembangan wisata ramah muslim. Selain batik, Karanganyar memiliki PUD lain seperti durian, kopi, teh, tembakau, padi, serta kerajinan kayu dan bambu.
Pakar Ekonomi UNS, Sarjiyanto, menjelaskan desentralisasi telah melahirkan potensi ekonomi lokal. Berdasarkan SK Bupati, ada 14 komoditi yang menjadi PUD di Karanganyar.













