
Bagi Aditya, keterlibatan UKSW memberikan dampak besar, salah satunya pada aspek trust atau kepercayaan konsumen. Penandatanganan kerja sama (MoU) resmi dengan UKSW pada Oktober tahun lalu menjadi nilai tambah yang menguntungkan saat dimasukkan ke dalam portofolio maupun company profile bisnis mereka.
“Konsumen kami beragam, mulai dari swalayan hingga end user. Terutama untuk mitra bisnis atau B2B, mereka pasti melihat portofolio Mikoo. Ketika mereka mengetahui bahwa kami telah berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW serta memiliki kerja sama resmi dengan kampus, hal itu menjadi nilai yang sangat menguntungkan bagi kami. Jadi secara kepercayaan, posisi kami menjadi lebih kuat,” jelas Aditya.
Jaminan Kualitas dan Dampak Nyata
Aspek kedua yang sangat terbantu adalah kualitas produk. Kehadiran akademisi, baik dosen pendamping maupun mahasiswa, membuat kualitas produk lebih terjamin. Sekitar enam bulan lalu, dua mahasiswa UKSW yang topik penelitiannya berkaitan dengan jamur diterjunkan langsung setiap hari di lokasi produksi untuk melakukan pengawasan dan quality control.
“Kami tidak perlu melakukan pengawasan harian secara detail karena sudah ada orang-orang yang memang ahli di bidangnya,” tambah Aditya selaku Direktur Utama PT. Mikoo Sijamur Cantik.
Selain dari sisi kualitas dan kepercayaan mitra, institusi UKSW juga memberikan banyak peluang bagi Mikoo pada masa-masa awal melalui kesempatan mengikuti bazar dan berbagai kegiatan kampus.
Secara produk, Mikoo mencoba meningkatkan value produk pertanian yang biasanya hanya dijual sebagai komoditas pangan biasa. Jamur tiram ditingkatkan nilainya agar bisa menjadi gift, suvenir, hiasan, sekaligus sarana edukasi.
Dampaknya pun mulai dirasakan oleh konsumen. Banyak orang tua yang memberikan testimoni bahwa anak-anak mereka, bahkan yang masih balita, sudah bisa merawat Mikoo sendiri. Pengalaman berinteraksi dengan tanaman inilah yang berhasil membantu mengurangi waktu beralih ke gawai (screen time) pada anak.
Menghidupkan Ekosistem Kampus
Meski dampak ke masyarakat luas masih dalam tahap berkembang, kehadiran Mikoo telah memberikan manfaat nyata di internal kampus.
Proyek ini menjadi salah satu alternatif tempat bagi mahasiswa UKSW untuk mendapatkan pengalaman praktik secara langsung dalam membuat produk pertanian yang benar-benar dipasarkan dan digunakan oleh konsumen. Bahkan, tantangan nyata di lapangan bersama Mikoo ini diangkat oleh mahasiswa sebagai topik skripsi mereka.
Perlahan tapi pasti, pasar Mikoo kian meluas. Dari wilayah lokal seperti Salatiga, Solo, Semarang, dan Yogyakarta, produk edukasi ini telah merambah ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya, mengisi rak swalayan, e-commerce, dan destinasi wisata edukasi.













