SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan dan kewirausahaan.
Kali ini, Lapas Kelas I Semarang menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 83 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan penanaman bibit rempah untuk pengembangan minuman herbal, yang dilaksanakan di area Branggang Luar Lapas, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan diikuti oleh 18 mahasiswa KKN Tematik Undip bersama dosen pembimbing Emy Handayani selaku Ketua Pengabdian Masyarakat KKN, didampingi jajaran Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama petugas melakukan penanaman 450 bibit tanaman herbal yang terdiri atas 150 bibit temulawak, 150 bibit kunyit, dan 150 bibit jahe. Tanaman-tanaman tersebut nantinya akan dibudidayakan sebagai bahan baku pembuatan minuman herbal yang dikembangkan dalam program pembinaan kemandirian warga binaan.
Program ini merupakan bagian dari KKN Tematik Angkatan 83 Undip yang mengusung tema “Pembinaan Kemandirian Paska Bebas Pada Warga Binaan Lapas Melalui Pengembangan Produk UMKM Pangan dan Penguatan Legalitas Usaha.”
Dalam program tersebut, mahasiswa tidak hanya mendampingi pengembangan produk pangan hasil karya warga binaan, tetapi juga memberikan pendampingan terkait penguatan legalitas usaha agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan pengakuan secara resmi.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Undip yang ikut memberikan kontribusi bagi program pembinaan di Lapas.
“Penanaman tanaman herbal ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi menjadi awal dari pengembangan produk yang memiliki nilai kesehatan sekaligus nilai ekonomi,” ujar Tohari.
Menurutnya, pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Semarang terus diarahkan pada program-program produktif yang mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Budidaya tanaman herbal dipilih karena memiliki prospek yang baik, mulai dari proses budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk minuman herbal.
Selain memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan kepada warga binaan mengenai teknik budidaya tanaman rempah, pengolahan hasil panen, hingga pengembangan produk UMKM yang berkelanjutan.
“Kerja sama seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak inovasi yang lahir dari program pembinaan di Lapas. Dengan dukungan akademisi dan berbagai mitra, kami optimistis warga binaan akan memiliki keterampilan, wawasan, serta kepercayaan diri untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidananya,” kata Tohari.
Ning S













