BLORA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai menyiapkan sejumlah langkah efisiensi menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga efektivitas penggunaan anggaran operasional pemerintah daerah di tengah meningkatnya harga BBM. Berdasarkan penyesuaian harga terbaru, Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kedua jenis BBM tersebut merupakan BBM nonsubsidi yang tidak memperoleh subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan pemerintah daerah akan menyesuaikan berbagai kebijakan operasional sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu fokusnya ialah melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora penataan ulang perjalanan dinas menjadi salah satu langkah yang akan segera diterapkan untuk menekan penggunaan BBM.
“Nanti akan kita tata ulang untuk kaitannya perjalanan dinas,” ujar Arief, Senin (29/06/2026).
Arief menjelaskan, pelaksanaan perjalanan dinas akan diatur agar lebih efisien. Aparatur yang memiliki tujuan perjalanan yang sama akan didorong menggunakan kendaraan dinas secara bersama-sama, sehingga biaya operasional dapat ditekan.
“Kalau bisa rombongan, enggak usah pakai satu orang satu mobil. Umpamanya rombongannya beberapa ya cukup satu mobil saja,” katanya.
Selain itu, Mas Arief mengungkapkan rapat maupun koordinasi yang tidak bersifat mendesak akan lebih banyak dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut dapat mengurangi mobilitas aparatur sekaligus menghemat konsumsi BBM.
Lebih lanjut, Arief menegaskan, bahwa efisiensi akan dilakukan melalui perubahan pola kerja, bukan dengan mengurangi pelayanan publik. Perjalanan dinas akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan, rapat yang memungkinkan dilakukan secara virtual akan dialihkan ke platform daring, sedangkan penggunaan kendaraan dinas akan dioptimalkan secara bersama-sama.
Mas Arief berharap, langkah ini mampu menjaga stabilitas belanja operasional Pemkab Blora di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Dengan demikian, anggaran pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara lebih efektif tanpa mengganggu pelaksanaan program maupun pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap langkah efisiensi ini bisa menjaga stabilitas belanja operasional Pemkab Blora di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Anggaran yang ada harus kita gunakan secara efektif dan tepat sasaran, sehingga program pemerintah tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” pungkas Mas Arief.
El Nyunanto













