blank
Penjabat Sekda Kota Magelang Larsita melihat produk UMKM yang dipamerkan pada kegiatan itu, (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

 

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kota Magelang terus memperkuat posisinya sebagai daerah tujuan investasi yang menjanjikan.

 

Melalui gelaran Magelang Investment Business Forum (MASSIF) 2026, Pemkot Magelang berhasil mempertemukan investor, pelaku usaha, pemerintah, perbankan hingga asosiasi bisnis,  dalam upaya mendorong pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja.

 

Forum bertema “Unlocking Investment Opportunity in Magelang City” itu, digelar di Grand Ballroom Hotel Atria Kota Magelang, Kamis (25/6) dihadiri sekitar 75 peserta yang terdiri atas investor dalam dan luar daerah, pelaku usaha, akademisi, Kadin, Hipmi serta organisasi perangkat daerah.

 

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita menilai, forum investasi tersebut menjadi momentum penting untuk membuka peluang kerja sama, sekaligus menarik investor baru masuk ke Kota Magelang.

 

“Forum ini menjadi sesuatu yang kita nantikan, karena dapat membuka peluang usaha di Kota Magelang dan menghadirkan investor. Ketika investor masuk, dampaknya adalah pertumbuhan ekonomi, munculnya usaha-usaha baru, dan pada akhirnya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Menurutnya, kehadiran investor akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Selain meningkatkan aktivitas usaha, investasi juga berpotensi memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Larsita meyakini, daya tarik investasi daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi bisnis, tetapi juga oleh kemudahan berusaha yang diberikan pemerintah.

 

Setidaknya ada tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan investor dalam menanamkan modal. Yakni kondisi daerah yang kondusif, kemudahan perizinan serta kepastian hukum.

 

“Yang ditunggu investor adalah bagaimana mereka merasa nyaman berinvestasi. Dukungan kondusifitas daerah, kemudahan perizinan, dan kepastian hukum menjadi faktor utama,” katanya.

 

Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus melakukan berbagai inovasi layanan berbasis digital, untuk mempercepat proses perizinan dan memberikan kepastian kepada investor.

 

Kepala DPMPTSP Kota Magelang, selaku Ketua Panitia MASSIF 2026, Candra Wijatmiko Adi menjelaskan, salah satu agenda utama forum adalah penandatanganan 12 Letter of Intent (LoI) dengan total rencana investasi mencapai sekitar Rp57 miliar.

 

Dari 12 LoI tersebut, penandatanganan secara simbolis diwakili oleh tiga perusahaan, yakni PT Daya Indah Nawasema, PT Pulung Property Jaya, dan Yayasan Al Abidin Surakarta.

 

“Forum investasi ini dirancang untuk mempertemukan investor potensial dengan pemerintah daerah, sekaligus mempromosikan berbagai peluang investasi yang tersedia di Kota Magelang,” jelas Candra.

 

Selain penandatanganan komitmen investasi, MASSIF 2026 juga memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang dinilai patuh terhadap administrasi perizinan, tertib menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal, serta berhasil meningkatkan realisasi investasi.

 

Penghargaan diberikan kepada empat pelaku usaha terbaik, yakni PT Karang Anom Sinar Abadi untuk kategori usaha besar, PT Trio Hutama kategori usaha menengah, CV Kartika Pulau Mas kategori usaha kecil, serta Jauhari untuk kategori usaha mikro.

 

DPMPTSP juga memberikan apresiasi kepada perusahaan yang aktif membangun kemitraan usaha, yaitu PT Hasta Kencana Sakti dan PT Gardena Rama Magelang.

 

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha lokal, kegiatan tersebut turut melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM yang tergabung dalam Paguyuban UMKM Sehati dan UMKM Mega Tidar. (prokompimkotamgl)