GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Polres Grobogan menorehkan aksi nyata dalam bidang kemanusiaan lewat agenda bhakti kesehatan yang menyasar langsung kebutuhan mendasar masyarakat.
Langkah konkret ini terwujud dalam aksi donor darah masal yang melibatkan ratusan personel. Agenda sosial tersebut sengaja bergulir sebagai bagian dari perayaan menyambut HUT Bhayangkara ke 80.
Melalui Sidokkes, Polres Grobogan menginisiasi gerakan mulia ini langsung di Aula Jananuraga pada Rabu (24/6/2026).
BACA JUGA : FT Unissula Terima Hibah Alat Lab dari YBWSA Senilai 1,7 Milyar
Antusiasme para peserta tampak begitu besar sejak pagi hari demi menyukseskan program bhakti kesehatan tersebut. Kehadiran para personel ini menjadi bukti nyata bahwa donor darah mampu menyatukan semangat kepedulian dalam momen HUT Bhayangkara ke 80.
Aksi ini sekaligus menjadi salah satu rangkaian penting dari perayaan hari jadi kepolisian yang ke-80 di tahun ini. Pihak kepolisian sengaja membidik kegiatan kemanusiaan ini demi mendongkrak kepedulian sosial secara nyata.
Langkah ini juga menjadi solusi jitu untuk membantu mencukupi pasokan stok darah bagi masyarakat yang mendesak membutuhkan bantuan.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto memberikan mandat penuh kepada Ps. Kasidokkes Polres Grobogan AIPTU Gunarni untuk mengawal jalannya acara.
Dalam kesempatan itu, AIPTU Gunarni menegaskan bahwa aksi sosial ini menjadi bukti autentik dari dedikasi Polri kepada masyarakat luas. Kepolisian tidak hanya fokus pada hukum, tetapi juga merespons kebutuhan mendasar warga.
“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat. Setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu mereka yang membutuhkan transfusi darah,” ujarnya.
Pihak panitia melihat antusiasme yang luar biasa dari para abdi negara ini sebagai sinyal positif. Darah yang mengalir dari para pendonor akan menyambung nyawa masyarakat yang sedang berjuang di rumah sakit.
BACA JUGA : Mantan Ketua PN Kudus Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Gelapkan Dana Lelang Rp 2 Miliar
Manfaat dari kegiatan ini sejatinya mengalir dua arah, baik untuk penerima maupun bagi si pendonor itu sendiri.
AIPTU Gunarni membeberkan bahwa donor darah secara medis membawa dampak yang sangat prima bagi kebugaran tubuh para anggota yang berpartisipasi.
Metabolisme tubuh pendonor akan menjadi lebih sehat dan beregenerasi dengan baik setelah melakukan donor. Hal ini membuktikan bahwa berbagi kebaikan tidak akan pernah merugikan kesehatan diri sendiri.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat Hari Bhayangkara ke-80, di mana Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kegiatan kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” lanjutnya.
Tim medis mencatat kehadiran peserta yang sangat signifikan dalam menyemarakkan ruang Aula Jananuraga tersebut.
Sebanyak 207 peserta tampak berbaris rapi dan mendaftarkan diri secara bergantian kepada petugas. Jumlah tersebut mencakup 167 personel Polri yang aktif berdinas di berbagai satuan kerja.
Tidak ketinggalan, sebanyak 40 anggota Bhayangkari juga turut ambil bagian memenuhi barisan antrean menjadi calon pendonor darah.
Kehadiran ibu-ibu Bhayangkari ini semakin memperkuat nuansa kekeluargaan dan kepedulian dalam aksi sosial tersebut. Mereka menunjukkan sinergi yang kompak mendampingi tugas kemanusiaan para suami.
Sebelum jarum donor menusuk lengan, tim kesehatan menerapkan prosedur pemeriksaan yang sangat ketat kepada seluruh calon pendonor.
Langkah ini penting demi memastikan kondisi fisik para peserta benar-benar fit dan memenuhi standar medis yang berlaku. Petugas tidak ingin kecolongan dengan meloloskan peserta yang sedang kurang sehat.
Para tenaga medis memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, hingga riwayat kesehatan jangka pendek dari setiap peserta.
BACA JUGA : 191 ASN Jabatan Fungsional Dilantik, Harus Tingkatkan Inovasi
Proses skrining awal ini memegang peranan krusial untuk menjaga kualitas darah yang akan mereka distribusikan nantinya. Setiap personel mengikuti tahapan pemeriksaan ini dengan sabar dan tertib.
Berdasarkan hasil penyaringan ketat dari petugas medis di lapangan, sebanyak 109 kantong darah akhirnya berhasil terkumpul.
Ratusan kantong darah yang steril ini kini siap mengalir ke masyarakat melalui mekanisme penyaluran resmi yang berlaku. Jumlah ini menjadi pencapaian yang sangat berharga bagi pemenuhan stok darah daerah.
Pihak panitia juga merinci secara detail perolehan golongan darah yang berhasil mereka himpun dari para peserta. Golongan darah A menduduki angka 26 kantong yang berhasil dikemas dengan aman oleh petugas.
Pasokan ini tentu akan sangat membantu pasien dengan golongan darah sejenis yang kerap kesulitan mencari pendonor.
Sementara itu, tim medis berhasil mengamankan golongan darah B sebanyak 39 kantong dari para personel yang lolos skrining.
Jumlah ini tergolong cukup banyak dan siap mengantisipasi permintaan darurat dari fasilitas kesehatan setempat. Petugas langsung menyimpannya ke dalam wadah khusus agar kualitasnya tetap terjaga.
Dominasi perolehan kali ini berada pada golongan darah O yang menyentuh angka 41 kantong darah. Angka tertinggi ini menjadi angin segar mengingat golongan darah O seringkali memiliki tingkat permintaan yang sangat tinggi di masyarakat.
Di sisi lain, petugas kesehatan hanya mampu mengamankan golongan darah AB sebanyak 3 kantong saja dari seluruh peserta.
BACA JUGA : 4 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Blora Dilantik, Bupati Pastikan Sistem Merit Berjalan
Meskipun jumlahnya tergolong minim, pasokan ini tetap memiliki nilai yang sangat penting karena golongan darah AB memang relatif langka. Keberadaan 3 kantong ini tetap menjadi berkah tersendiri.
Namun, tidak semua peserta yang datang bisa melewati tahapan seleksi tim medis dengan mulus. Tercatat ada sekitar 98 peserta yang terpaksa gigit jari dan belum bisa menyumbangkan darah mereka hari itu.
Tim medis terpaksa menolak mereka karena terganjal oleh sejumlah faktor kesehatan dan regulasi medis yang ketat.
AIPTU Gunarni memaparkan secara gamblang alasan di balik kegagalan puluhan peserta tersebut dalam mendonorkan darahnya.
Beberapa personel kedapatan memiliki tensi darah yang terlalu tinggi saat pemeriksaan berlangsung. Kondisi ini tentu sangat berisiko bagi keselamatan sang pendonor jika dipaksakan.
Faktor lain yang menjegal para peserta adalah kadar hemoglobin (HB) yang terpantau terlalu tinggi dari ambang batas normal.
Selain itu, ada pula beberapa anggota yang masa tunggu atau tenggang waktu dari donor sebelumnya belum mencukupi. Aturan medis melarang keras pendonor melakukan aksi kembali sebelum waktu minimal terpenuhi.
“Kami tetap mengapresiasi seluruh peserta yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya kepedulian sosial serta semangat kemanusiaan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” ungkapnya.
Pihak Sidokkes menaruh harapan besar agar agenda kemanusiaan yang bergulir secara berkala ini mampu memantik kesadaran yang lebih luas.
BACA JUGA : KEMURA, Akses Layanan Kesehatan Kini dalam Satu Genggaman
Kegiatan ini diharapkan bisa mengedukasi warga dan seluruh anggota kepolisian tentang indahnya berbagi kehidupan. Setetes darah yang mereka berikan membawa harapan besar bagi kesembuhan sesama.
Aksi nyata ini tidak sekadar menjadi panggung seremonial bidang kesehatan di lingkungan kepolisian semata.
Lebih dari itu, momen ini berhasil mengunci semangat solidaritas yang tinggi dan mempererat tali persaudaraan antar-anggota. Komitmen sosial ini merekatkan kembali hubungan internal korps baju cokelat tersebut.
Seluruh jajaran di Polres Grobogan berharap pasokan darah yang melimpah ini dapat menyelamatkan banyak nyawa di masa mendatang.
Keberhasilan pelaksanaan bhakti kesehatan lewat program donor darah ini menjadi kado terindah dari kepolisian untuk masyarakat.
TYA WIDYA













