blank
Para Peserta mempresentasikan pelatihan DEKSI yang dilaksanakan di GOR MAN 2 Jepara, Rabu (24/6/2026). Foto: Asrori.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Desa Kelet, Kecamatan Keling, mengambil langkah konkret dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat dengan membentuk Desa Sehat Iklim (DEKSI).

Pembentukan DEKSI dilaksanakan di GOR MAN 2 Jepara, Rabu (24/6/2026), dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), bidan desa, PKK, kader kesehatan, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, hingga perwakilan warga.

blank
Peserta Diskusi aktif menggali permasalahan Desa dengan Participatory Kit. Foto: Septi.

Program tersebut diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko penyakit dan bencana akibat perubahan iklim.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, mengatakan perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

“Perubahan iklim sudah terjadi dan akan terus berlangsung. Dampaknya sudah kita rasakan, mulai dari munculnya penyakit baru hingga meningkatnya penyakit yang ditularkan melalui vektor, air maupun udara seperti demam berdarah, diare, infeksi saluran pernapasan, dan berbagai penyakit berbasis lingkungan lainnya. Karena itu masyarakat perlu memahami pentingnya beradaptasi terhadap perubahan iklim,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Menurut Hadi, DEKSI merupakan strategi pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi berbagai ancaman kesehatan, mulai dari meningkatnya penyakit berbasis lingkungan, krisis air bersih, kekeringan hingga bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

Petinggi Desa Kelet, Abdul Aziz, menyambut baik program tersebut. Ia menilai pembentukan DEKSI menjadi langkah penting dalam membangun desa yang tangguh terhadap perubahan iklim.

“Melalui DEKSI, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara perubahan iklim dengan kesehatan, sekaligus bersama-sama menyusun strategi dan tindakan yang berfokus pada kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Sanitarian Puskesmas Keling I, Wardoyo, menjelaskan masyarakat didorong mampu mengenali berbagai penyakit yang sensitif terhadap perubahan iklim, kemudian melakukan berbagai aksi adaptasi melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, perbaikan sanitasi, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna.

Melalui program ini, Pemerintah Desa Kelet bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara berharap lahir berbagai aksi nyata di tingkat desa, mulai dari pengendalian penyakit berbasis lingkungan, konservasi sumber air, hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem.

Septiana W – Asrori