blank
Pemeran dibuka oleh Bupati Jepara yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Sridana Paminto, S.E., M.M. Foto: Dok Panitia

 JEPARA (SUARABARU.ID) – di Jepara telah lahir sebuah pameran besar mahasiswa Program Studi Desain Produk Fakultas Komunikasi dan Desain UNISNU Jepara, bertajuk “ DESCENDENT: From Cultural Roots to Commercial Forms 2026”, Rabu 24 Juni 2026.

Pameran ini diselenggarakan oleh HMPSDP dan mahasiswa matakuliah pameran, berlokasi di Gedung Fakultas Komunikasi dan Desain serta Gedung Shima Jepara dan di buka oleh Bupati Jepara  yang pada saat ini diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Sridana Paminto, S.E., M.M.

Dalam sambutannya  Bupati Jepara  mengajak semua fihak bersama-sama membangun Kabupaten Jepara. “Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita mampu menciptakan masa depan yang lebih baik, sejahtera, dan berdaya saing bagi seluruh Masyarakat,” ujarnya

blank
Talkshow mahasiswa DP “ From Cultural Roots to Commercial Forms” oleh Utari Widyaningrum, S.Ds., alumni Desain Produk. Foto: Dok Panitia

Sementara kepada keluarga besar mahasiswa desain produk, ia mengajak melahirkan karya-karya kreatif dan inovatif. “ Ciptakan karya-karya  baru yang dapat diterima pasar. Karena itu diperlukan survey  pasar,” ungkapnya

Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain  Dr. Agus Subhan Akbar, S.Kom., M.Kom., mengajak seluruh civitas akademika, dan pelaku industry untuk menghadiri pameran mebel karya mahasiswa ini.

“Garapan kreatif ini bukan sekadar tugas akhir, melainkan bukti nyata inovasi desainer muda dalam merespons kebutuhan pasar modern. Mari hadir, berikan apresiasi, dan saksikan langsung masa depan industri furnitur kita lahir dari tangan-tangan kreatif mahasiswa,” ajaknya

blank
Salah satu karya mahasiswa “Kursi Teras”

Sementara Kaprodi Desain Produk Dwi Agus Susila, M.Sn dan Dosen Matakuliah Pameran  DS. Drajad Wibowo, M.Sn, mengungkapkan melalui pameran ini mahasiswa  menunjukkan nilai art dan inovasi furnitur.

“Nilai seni dan inovasi adalah jiwa dari sebuah furnitur modern. Seni memberikan sentuhan estetika, kedalaman makna, dan penghormatan pada akar budaya lokal melalui keindahan visual. Sementara itu, inovasi hadir mentransformasikan bentuk tersebut melalui pemanfaatan material baru, eksplorasi teknologi, dan pemenuhan fungsi ergonomis yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Dwi Agus Susilo

Kolaborasi keduanya melahirkan produk furnitur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi sekaligus adaptif terhadap perkembangan industri kreatif global, tambahnya

Sementara DS. Drajad Wibowo, M.Sn, mengungkapkan pameran ini bertujuan menjembatani warisan budaya tradisional dengan industri modern. “Melalui karya inovatif mahasiswa, kegiatan ini berupaya melestarikan nilai-nilai luhur sekaligus mentransformasikan akar budaya tersebut menjadi produk komersial bernilai ekonomi tinggi, serta menginspirasi generasi muda untuk mengoptimalkan potensi industri kreatif masa kini,” papar Drajat Wibowo

“Melalui pameran karya praktikum ini, kami berharap dapat menunjukkan dedikasi dan keterampilan teknis dalam mengolah gagasan menjadi produk nyata. Kami berharap ajang ini menjadi jembatan dialog dengan para pelaku industri, akademisi, dan masyarakat luas untuk mendapatkan masukan konstruktif. Semoga karya kami tidak hanya dinilai sebagai tugas kuliah, tetapi juga diakui sebagai solusi desain yang inovatif, fungsional, dan siap bersaing di pasar industri kreatif,” pungkasnya

Hadepe – Dwi