blank
Mengunjungi masjid di Yogyakarta

Oleh : Rahmat Siswoko, S.Pd

Di masa sekarang pembinaan kepada remaja sangat penting. Apalagi di masa ketika banyak pengaruh dari luar yang dapat mempengaruhi remaja atau anak muda. Selain itu  kini ketika remaja tidak bisa dilepaskan dari gadget, perlu ada kegiatan lewat organisasi remaja agar remaja mengadakan interaksi dengan sebaya dan masyarakat. Di antara organisasi yang anggotanya remaja adalah ( Ikatan Pelajar Muhammadiyah ) IPM.

IPM adalah organisasi otonom di bawah Muhammadiyah yang mewadahi pelajar dan remaja , dalam kegiatan da’wah dan keislaman. IPM ada di 34 propinsi di Indonesia. Di setiap ranting Muhammadiyah ada IPM, termasuk IPM Mayong Kidul 2.

IPM Mayongkidul 2 berdiri pada tanggal 19 Mei 2001. Pendirinya adalah Rahmat Siswoko S.Pd ketua PCPM ( Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah ) Mayong Jepara periode  tahun 2004 – 2012. Sekretariat IPM Mayongkidul 2 bertempat di Masjid Taqwa Mengarang Mayongkidul Mayong Jepara. Sampai sekarang masih eksis dengan anggota berjumlah 60 orang.

blank
Kunjungi obyek wisata pantai

Pendirian IPM Mayong Kidul 2 untuk pembinaan bagi remaja di wilayah Ranting Muhammadiyah Mayongkidul 2, sekaligus mengembangkan minat dan bakat generasi muda.

Kebanyakan IPM kegiatannya bersifat keagamaan atau keislaman, misalnya mengadakan pengajian, tadarus Al Qur’an atau hal – hal yang bernilai religius. IPM Mayongkidul 2 agak lain. Tidak hanya kegiatan keagamaan tetapi multi aspek baik olahraga, kesenian, literasi dan sebagainya.

Beberapa kegiatan selain pengajian diantaranya : Olahraga bola voli, futsal , teater, kegiatan literasi ( perpustakaan ), majalah dinding, wisata, studi banding, latihan wirausaha . Dengan pembinaan multi aspek banyak remaja tertarik ikut IPM, meraih prestasi dan didukung oleh masyarakat.

Pengurus Ranting Muhammadiyah Mayong Kidul 2 tentu  senang dan mendukung IPM Mayongkdul 2, yang aktif melaksanakan berbagai kegiatan yang positif bagi generasi muda

Dengan pembinaan remaja multi aspek selain menggairahkan semangat remaja untuk berorganisasi, mengasah potensi dan prestasi, juga dapat menjadi contoh bagi organisasi remaja lainnya.

Penulis adala Guru SMPN 2 Welahan Jepara