blank
PLN Indonesia Power UBP Semarang gandeng SMP Negeri 17 Semarang perkuat budaya tangguh bencana melalui program SPAB. Foto: Dok/IP 

Menurut Dadan, kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman siswa, guru, dan seluruh warga sekolah mengenai mitigasi bencana melalui edukasi dasar kebencanaan, pengenalan konsep segitiga api, serta praktik pemadaman kebakaran secara langsung.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen PT PLN Indonesia Power UBP Semarang dalam mendukung pendidikan yang aman dan tangguh bencana. Kami memberikan sosialisasi mengenai segitiga api, teknik penanganan kebakaran awal, serta praktik penggunaan karung goni basah dan APAR kepada siswa maupun guru,” sebutnya.

Selain itu, kata Dadan, perusahaan juga menyerahkan rambu-rambu keselamatan, tempat sampah, dan APAR sebagai sarana edukasi sekaligus inventaris pendukung penanganan bencana di lingkungan sekolah.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas masyarakat sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan sejak dini. Melalui kolaborasi lintas sektor, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang berharap tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman, responsif, dan mampu menghadapi berbagai potensi risiko bencana secara mandiri dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil analisis risiko yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai potensi ancaman yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah, termasuk kebakaran, gempa bumi, dan kondisi darurat lainnya.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini menghasilkan pemetaan jalur dan titik evakuasi, pemasangan rambu-rambu keselamatan, serta penyusunan mekanisme tanggap darurat yang dapat diterapkan oleh seluruh warga sekolah.

Pada sesi praktik, peserta dibekali keterampilan dasar dalam penanganan kebakaran melalui simulasi penggunaan karung goni basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Simulasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam melakukan tindakan awal yang tepat sebelum bantuan profesional tiba di lokasi kejadian.

Kehadiran PT PLN Indonesia Power UBP Semarang dalam program ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tidak hanya berkontribusi pada sektor energi, tetapi juga mendukung pembangunan masyarakat yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan kolaboratif, perusahaan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang memiliki kapasitas mitigasi risiko dan kesiapsiagaan bencana yang lebih baik.

Ke depan diharapkan hasil kegiatan SPAB di SMP Negeri 17 Semarang dapat menjadi fondasi bagi penguatan budaya keselamatan di lingkungan sekolah serta menjadi contoh praktik baik dalam membangun ketangguhan bencana berbasis kolaborasi multipihak.

Program ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas, kota dan permukiman berkelanjutan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Ning S