blank
Gus Anam diapit KH Sholahuddin Masruri dan KH Ahmad Izzuddin Al Hafidz, saat hadir di acara Haul Ke-15 Almaghfurah KH Masruri Mughni, di Ponpes Al-Hikmah 2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes. Foto: dok/ist

BREBES (SUARABARU.ID)– Ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia, menghadiri Haul Ke-15 Almaghfurlah KH Masruri Mughni, di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes, Minggu (14/6/2026).

Salah satu putra Kiai Masruri, KH Imaduddin (Gus Imad) menjelaskan, upacara diawali dengan khataman Alquran 30 juz, oleh para santri dan mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah 2, dan masyarakat sekitar ponpes.

Digelar juga Temu Alumni se-Indonesia, di GOR Al-Hikmah 2. Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pengasuh, KH Sholahuddin Masruri (Gus Sholah), melakukan peluncuran buku Biografi KH Masruri ‘Membangun Sanad Ilmu dengan Kasih Sayang’.

BACA JUGA: Sekda Tegaskan Insentif Pemprov Jateng Bebaskan PKB BBNKB Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Buku karya wartawan Suara Merdeka Dr H Agus Fathuddin Yusuf MA, Guru Besar UIN Walisongo Prof Dr H Najahan Musyafak MA, dan Dekan FAI Unisulla Dr Agus Irfan MPI itu, dibedah KH Azam Choiruman (Gus Heru), cucu dariKH Abdul Wahab Chasbullah, Tambak Beras, Jombang, dan alumni dari Bungo Jambi, KH Ghusyairi MPd I.

Puncak Haul dimulai usai Shalat Zuhur di Masjid An-Nur, yang terletak tepat di tengah-tengah Ponpes Al-Hikmah 2. Pidato atas nama alumni disampaikan KH Ghusyairi MPd I, sedang dari keluarga disampaikan KH Izzuddin Masruri Alhafidh (Gus Izzuddin).

Saat sesi doa disampaikan KH Abdul Halim dari Kabupaten Wonosobo, dan Syekh Muhammad Abdurrahim al Wushobi Dosen Darul Ulum as Syariyyah dan Mufti Hudaidah Yaman.

BACA JUGA: Gen Z dan Revolusi Pancasila, Strategi Dr. Muh Khamdan Menguatkan Wawasan Kebangsaan

Sementara itu, tausiyah disampaikan KH Zuhrul Anam (Gus Anam), Pengasuh Ponpes At-Taujieh el-Islamy, Leler, Kebasen, Kabupaten Banyumas. Hadir juga di tengah ribuan jamaah, KH Yusuf Nafi, pendiri Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang, putra-putri dan cucu KH Masruri Mughni, dan masyarakat sekitar.

Dalam tausiyahnya, Gus Anam menyampaikan, KH Masruri Mughni berjasa besar telah mengubah Bumiayu menjadi Kota Santri. Meskipun Al-Hikmah 2 terletak di Kecamatan Sirampog, namun masyarakat lebih mengenal Ponpes itu ada di Bumiayu, karena lebih dekat dengan daerah itu.

Menurut dia, peran Kiai Masruri sangat besar. Tidak dapat dipisahkan dari perubahan besar yang terjadi di Bumiayu dan sekitarnya.

BACA JUGA: OJK Diminta Tindak Tegas Semua Pelanggaran yang Terjadi

”Lewat perjuangan panjang, keteladanan, dan dedikasinya dalam dunia pesantren, Bumiayu yang dahulu dikenal sebagai kota perdagangan dan pusat aktivitas ekonomi di Brebes bagian selatan, perlahan berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terbaik yang ada di Jawa Tengah,” kata putra menantu KH Maimoen Zubair, Sarang itu.

Perubahan itu, tentu bukan hasil kerja satu orang semata. Banyak ulama, kiai, dan tokoh masyarakat yang turut berkontribusi.

”KH Masruri Mughni menjadi salah satu figur sentral, yang memiliki peran besar dalam membangun ekosistem pendidikan pesantren yang kuat, berkelanjutan, dan melahirkan banyak generasi penerus yang tersebar di berbagai daerah,” ungkap dia.

Riyan