KUDUS (SUARABARU.ID) – Lonjakan harga aspal akibat pengaruh fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat menjadi tantangan serius bagi pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kudus. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tetap menunjukkan optimisme dalam menjaga kualitas jalan dan mempercepat perbaikan ruas-ruas prioritas demi mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meninjau dapur aspal milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus dalam pelaksanaan program pemeliharaan rutin jalan, Rabu (10/6/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan material, peralatan, dan sumber daya manusia dalam mendukung percepatan penanganan kerusakan jalan di berbagai wilayah Kabupaten Kudus.
Menurut Sam’ani, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, sektor infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas karena memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan roda perekonomian.
“Jalan memiliki umur layanan sehingga perlu dilakukan perawatan secara berkala. Yang kami lakukan saat ini adalah pemeliharaan rutin agar kondisi jalan tetap baik, aman, dan nyaman digunakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan jalan dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama pada ruas jalan dengan tingkat lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang tinggi serta menjadi jalur strategis penghubung antarwilayah.
“Kami memprioritaskan ruas jalan yang mobilitasnya tinggi dan menjadi akses penting bagi masyarakat. Dengan pemeliharaan rutin, kerusakan bisa ditangani lebih cepat sehingga tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih berat dan membutuhkan biaya lebih besar,” tambahnya.
Untuk mempercepat respons di lapangan, Dinas PUPR Kudus telah membentuk empat tim pemeliharaan jalan yang siap bergerak menangani kerusakan sesuai kebutuhan.
Selain itu, masyarakat juga didorong aktif melaporkan kondisi jalan rusak melalui layanan Wadul K1K2 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, empat tim sudah disiagakan untuk melakukan pemeliharaan jalan secara responsif,” kata Sam’ani.
Harga Aspal Naik Tajam, Target Perbaikan Jalan Terpaksa Dikurangi
Di balik upaya percepatan perbaikan jalan tersebut, Pemkab Kudus menghadapi tantangan besar berupa kenaikan harga aspal yang sangat signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Dinas PUPR Kudus Harry Wibowo mengungkapkan bahwa fluktuasi nilai dolar berdampak langsung pada harga material konstruksi, khususnya aspal yang menjadi komponen utama pembangunan dan pemeliharaan jalan.
Pada Maret 2026 lalu, harga aspal curah masih berada di kisaran Rp9.800 per kilogram. Namun saat ini, harganya melonjak hingga mencapai Rp16.500 per kilogram atau naik sekitar 68 persen.
Kenaikan tersebut memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian dalam perencanaan pekerjaan infrastruktur.
“Tentunya kami sudah mengajukan perubahan indeks Satuan Standar Harga (SSH) ke BPPKAD untuk menyesuaikan kondisi harga material saat ini,” ujar Harry.
Dampak paling nyata dari kenaikan harga aspal adalah berkurangnya panjang ruas jalan yang dapat diperbaiki dengan anggaran yang tersedia. Dengan nilai anggaran yang tetap, volume pekerjaan otomatis harus disesuaikan.
“Kurang lebih total panjang ruas jalan yang akan diperbaiki berkurang sekitar 25 persen,” jelasnya.
Optimistis Jaga Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi
Meski menghadapi tekanan kenaikan biaya material, Pemkab Kudus memastikan program pemeliharaan jalan tetap berjalan. Pemerintah memilih fokus pada ruas-ruas strategis yang memiliki dampak besar terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta konektivitas antarwilayah.
Langkah ini dinilai penting agar aktivitas ekonomi tidak terganggu dan masyarakat tetap mendapatkan akses jalan yang aman serta nyaman.
Sam’ani juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat apabila ditemukan kerusakan pada ruas jalan yang bukan menjadi kewenangan kabupaten.
“Tujuan kami sama, yakni memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan. Karena itu koordinasi akan terus dilakukan agar penanganan jalan bisa berjalan optimal,” tegasnya.
Ali Bustomi













