SEMARANG (SUARABARU.ID) – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang menjalani program magang di Suarabaru.id mendapat pembekalan langsung dari Pimpinan Redaksi Suarabaru, Widiyartono R., di kantor redaksi Suarabaru, Jumat (5/6/2026). Turut mendampingi redaksi Semarang Suparningsih dan Hadi Priyanto, redaksi Suarabaru.id Jepara yang selama ini membimbing langsung para mahasiswa,
Mereka yang magang di SUARABARU.Id adalah Muhammad FIkri Haikal, Khoirul Manan, Migdad Safiq Husain, Diyan Ni’matus Sa’adah, Eky Putri Febriyani, dan Ika Putri Aprilia. Program magang selama 3 bulan ini akan berakhir 22 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Widiyartono memperkenalkan dunia jurnalistik kepada para mahasiswa sekaligus memberikan gambaran mengenai proses kerja redaksi dan wartawan media online.

Jurnalis senior di PWI Jateng ini menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Unisnu yang memilih Suarabaru sebagai tempat magang. Menurutnya, meskipun Suarabaru merupakan media yang relatif baru, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan kerja jurnalistik secara profesional.
“Walaupun media kita kecil, tapi kita serius. Suarabaru dibangun oleh para wartawan profesional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Suarabaru berdiri pada 2018. Sejak berdiri, Suarabaru juga membuka kesempatan magang.” Beberapa perguruan tinggi yang pernah menjalin kerja sama magang dengan Suarabaru antara lain Unisnu Jepara, Unissula Semarang, UKSW Salatiga, USM Semarang, dan Undip Semarang,” ujarnya
“Sejak awal kami memang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kampus yang ingin magang di redaksi kami dan bekerjasama ,” katanya.
Widiyartono yang pernah berkarier di sejumlah media besar, seperti Suara Merdeka dan Wawasan, juga menjelaskan bahwa Suarabaru didirikan oleh sejumlah jurnalis profesional, di antaranya Amir Mahmud dan Sri Mulyadi.
Pada kesempatan itu, ia menegaskan bahwa program magang tidak bertujuan menjadikan seluruh peserta sebagai wartawan. Namun, pengalaman tersebut diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai dunia media dan jurnalistik.
“Setelah magang di sini tidak wajib menjadi wartawan, tetapi setidaknya kalian mengenal dan memahami profesi ini secara lebih dalam,” ujarnya.
Menutup pembekalan, Widiyartono berpesan agar mahasiswa terus mengasah kemampuan menulis dan tidak berhenti belajar.
“Jangan pernah puas dalam menulis. Teruslah menulis dan berkarya agar bermanfaat bagi orang banyak,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami praktik jurnalistik secara langsung serta meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis sebagai bekal di dunia kerja.
Muhammad Fikri Haikal










