
“Ananda Bersinar bukan hanya slogan seremonial. Ini adalah gerakan membangun ketahanan generasi muda melalui edukasi, penguatan karakter, rehabilitasi, pemberdayaan, dan kolaborasi lintas sektor. Kita ingin melahirkan anak muda yang sehat, produktif, kritis, dan berintegritas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ketua Panitia kegiatan, M. Iqbal Mujahid, mahasiswa jurusan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang, mengatakan dialog kebangsaan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum konsolidasi nasional mahasiswa PTKIN dalam membangun gerakan kampus bersinar yang berkelanjutan.
“Kami ingin kegiatan ini melahirkan kesadaran bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Mahasiswa tidak boleh apatis terhadap persoalan sosial yang mengancam masa depan bangsa. Justru mahasiswa harus hadir menjadi pelopor perubahan, penggerak edukasi, sekaligus penjaga moral di tengah tantangan zaman,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, mahasiswa memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik dan budaya sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat. Karena itu, edukasi anti narkoba harus dikemas lebih dekat dengan dunia anak muda agar mampu membangun kesadaran secara kolektif.
“Kampus harus menjadi pusat lahirnya gerakan intelektual dan gerakan moral. Kami berharap setelah forum ini, mahasiswa PTKIN se-Indonesia dapat membawa semangat kampus bersinar ke daerah masing-masing melalui kampanye edukatif, diskusi publik, media sosial, hingga gerakan sosial yang nyata di masyarakat,” tambahnya.
Salah satu peserta, M. Ivanka Hermawan, Ketua SEMA UIN Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengaku mendapatkan perspektif baru terkait ancaman narkoba modern yang kini berkembang secara masif dan menyasar generasi muda melalui berbagai celah sosial maupun digital.
“Dialog ini membuka wawasan kami bahwa ancaman narkoba hari ini jauh lebih kompleks dibanding yang dibayangkan banyak orang. Peredarannya tidak lagi konvensional, tetapi sudah memanfaatkan teknologi digital dan menyasar psikologi anak muda melalui gaya hidup, pergaulan, bahkan media sosial,” ungkap Ivanka.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan kampus tetap sehat dan produktif. Ia menilai gerakan anti narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat melalui budaya saling mengingatkan dan membangun kepedulian sosial.
Ivanka berharap forum seperti ini terus diperluas karena mampu membangun jejaring dan solidaritas mahasiswa lintas daerah dalam mendukung gerakan Indonesia Bersinar.
Dialog kebangsaan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Bersinar menuju Indonesia Emas 2045 dengan generasi muda yang sehat, kritis, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Ning S













