KUDUS (SUARABARU.ID) – Lapangan padel modern bakal menjadi daya tarik utama revitalisasi Eks Stasiun Kereta Api Wergu di Kabupaten Kudus. Bangunan bersejarah peninggalan era kolonial Belanda itu kini tengah disulap menjadi pusat olahraga, kebugaran, dan UMKM modern tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada bangunan lama tersebut.
Proses pembangunan kawasan Eks Stasiun Wergu di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, saat ini terus dikebut dan ditargetkan selesai penuh pada awal tahun 2027 mendatang.
Selain lapangan padel, kawasan revitalisasi itu juga akan menghadirkan berbagai fasilitas baru seperti tempat biliar, pusat kebugaran atau gym, plaza atau minimarket, hingga sentra UMKM dan pusat suvenir.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang aktivitas baru bagi masyarakat Kudus, mulai dari olahraga, rekreasi, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
General Manager PT Wisan Trijaya, Sandung Hidayat, mengatakan pihaknya menggandeng tiga rekanan berbeda untuk mempercepat pengerjaan proyek revitalisasi Eks Stasiun Wergu.
Menurutnya, masing-masing rekanan memiliki tugas tersendiri agar pembangunan bisa berjalan maksimal dan selesai sesuai target.
“Biliar akhir Juni 2026 kita launching, kalau semua ya di awal 2027. Karena kami menggandeng tiga rekanan dan masing-masing sudah memiliki tugas pokok. Kami gas pembangunan ini karena bagaimana pun sistemnya sewa, jadi lebih cepat selesai tentu lebih baik,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Sandung menjelaskan, fasilitas akan dibuka secara bertahap. Tempat biliar menjadi fasilitas pertama yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Juni 2026, sementara seluruh kawasan baru dibuka penuh pada awal 2027.
Meski dilakukan renovasi di sejumlah bagian, pihak pengelola memastikan bentuk utama dan warna asli bangunan stasiun tidak akan diubah. Revitalisasi dilakukan dengan tetap mempertahankan identitas bangunan bersejarah yang menjadi salah satu peninggalan penting di Kabupaten Kudus.
Ia menegaskan, proses pembangunan juga melibatkan tim cagar budaya untuk memastikan seluruh pekerjaan tetap sesuai aturan pelestarian bangunan bersejarah.
“Tentunya bangunan KAI ini tetap seperti bentuk lama. Ketentuan antara pemerintah daerah dan KAI juga sepakat tidak boleh ada perubahan bentuk utama. Tim cagar budaya sudah datang tiga kali dan material serta warna dibuat hampir sama seperti KAI zaman dahulu,” jelasnya.
Salah satu fasilitas yang paling disorot dalam proyek revitalisasi tersebut adalah lapangan padel. Olahraga yang tengah populer di berbagai kota besar itu dinilai masih sangat minim tersedia di Kudus dan wilayah sekitarnya.
Bahkan, pengelola mendatangkan material khusus dari China demi memastikan kualitas lapangan padel yang dibangun benar-benar premium.
“Untuk lapangan padel saja kami sampai menunggu tiga bulan karena pembuatnya dari China. Kami ingin kualitasnya benar-benar bagus. Begitu juga dengan tempat biliar, kami pastikan menjadi yang terbaik di Eks Karesidenan Pati,” tambah Sandung.
Dengan revitalisasi tersebut, Eks Stasiun Wergu diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Kudus sebagai pusat olahraga, kebugaran, dan UMKM modern yang mampu menarik minat masyarakat dari berbagai daerah.
Kehadiran lapangan padel juga diharapkan membuat warga Kudus tidak perlu lagi pergi ke Semarang untuk menikmati olahraga modern yang kini semakin digemari tersebut.
Ali Bustomi













