blank
Assistant Manager TJSL PLN UIK Tanjung Jati B bersama Petinggi Desa Tempur dan pengurus Bank Sampah Tempur Berseri memberikan sambutan pada kegiatan pelatihan pengolahan pupuk organik dari limbah rumah tangga di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Senin (11/5). Foto: PLN.

JEPARA (SUARABARU.ID) – PLN UIK Tanjung Jati B melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan pengolahan pupuk organik dari limbah rumah tangga di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Senin (11/5).

Kegiatan yang dipusatkan di Bank Sampah Tempur Berseri ini diikuti oleh masyarakat, pengurus bank sampah, unsur pemerintah desa, serta pemuda Karang Taruna Desa Tempur. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

blank
Peserta mengikuti praktik langsung pengolahan pupuk organik dari limbah rumah tangga pada kegiatan pelatihan yang diselenggarakan PLN UIK Tanjung Jati B melalui program TJSL di Bank Sampah Tempur Berseri, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Senin (11/5). Foto: PLN.

Pelatihan dibuka oleh Assistant Manager TJSL PLN UIK Tanjung Jati B, Haris Fujiari, didampingi Petinggi Desa Tempur, Maryono, dan Ketua Bank Sampah Tempur Berseri, Zainal. Dalam kesempatan tersebut, Haris menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi pendekatan Nature Based Co-Powerment, yakni pengembangan masyarakat yang mengedepankan pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Menurut Haris, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat mendorong terciptanya manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna.

blank
Peserta mempraktikkan proses pengolahan limbah organik menggunakan peralatan mesin penepung pada kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik yang diselenggarakan PLN UIK Tanjung Jati B melalui program TJSL di Bank Sampah Tempur Berseri, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Senin (11/5).Foto: PLN.

Materi pelatihan difokuskan pada teknik pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun penghijauan lingkungan desa. Selain pembekalan materi, peserta juga mengikuti praktik langsung agar dapat menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Keterlibatan Karang Taruna Desa Tempur turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Kehadiran pemuda desa diharapkan dapat memperkuat kesadaran lingkungan sekaligus menjadi penggerak keberlanjutan pengelolaan Bank Sampah Tempur Berseri di tingkat masyarakat.

Ketua Bank Sampah Tempur Berseri, Zainal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN UIK Tanjung Jati B atas pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan pengelolaan sampah dan pemberdayaan lingkungan di Desa Tempur.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Petinggi Desa Tempur, Maryono. Ia menilai konsistensi PLN dalam mendukung program desa telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan maupun memperkuat aktivitas ekonomi berbasis pengelolaan sampah.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengungkapkan bahwa pelatihan pengolahan pupuk organik ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan pelestarian lingkungan. “Melalui program TJSL, PLN UIK Tanjung Jati B terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kemandirian masyarakat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara,” tutur Andi.

Melalui kegiatan ini, PLN UIK Tanjung Jati B berharap kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik semakin meningkat, kesadaran lingkungan semakin tumbuh, serta tercipta sistem ekonomi sirkular desa yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Desa Tempur dan sekitarnya.

Septiana W.