blank
Sebanyak 208 peserta mengikuti International Guest Lecture, yang diadakan FTP Universitas Semarang secara online. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebanyak 208 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, baru-baru ini mengikuti International Guest Lecture dengan tema ‘Sustanaible Food Product Development’, yang diadakan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) secara online.

Kegiatan itu menghadirkan narasumber dosen FTP USM, Prof Dr Ir Haslina MSi, dan dosen Faculty of Science and Technology Universitas Kebangsaan Malaysia, Ts Dr Nurul Aqilah Mohd Zaini.

Dekan FTP USM, Prof Dr Ir Rohadi MP mengatakan, kegiatan kolaborasi itu tidak hanya terbatas pada dosen tamu daring, tetapi di masa mendatang, dosen luring lainnya juga bisa datang ke kampus FTP USM.

BACA JUGA: Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga

”Sebaliknya, Universiti Kebangsaan Malaysia dapat mengundang kami untuk kegiatan serupa,” ujarnya.

Dia menambahkan, peserta datang dari USM, Upgris, Untag, Unimus, Unika Soegijapranata (SCU), Universitas Tidar Magelang, Universitas Andalas, PRTPP BRIN, Malaysia dan Irak.

Pada kesempatan itu, Prof Haslina memaparkan materi berjudul ‘Reviving Local Resources: Healthy Food Innovation for a Sustainable World’. Adapun Dr Nurul Aqilah Mohd Zaini menyampaikan materi dengan judul ‘Sustainable Food Product Development Through Fermentation and Functional Microorganisms’.

BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Gelar Edukasi Seksual di SD Kanisius Tlogosari Kulon

Dalam paparannya, Prof Haslina menyampaikan pentingnya pemanfaatan sumber daya pangan lokal dan limbah pertanian, sebagai inovasi pangan sehat yang berkelanjutan. Dia juga mendorong pengembangan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal, guna mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Menurut dia, tantangan pangan global memerlukan solusi inovatif, melalui optimalisasi sumber daya lokal, untuk mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

”Contoh pemanfaatan rambut jagung (corn silk), menjadi produk pangan fungsional, seperti ekstrak, teh herbal, dan tablet hisap, yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus membantu mengurangi limbah pertanian,” jelasnya.

BACA JUGA: 98 Mahasiswa FTP USM Perkuat Literasi Pangan

Sementara itu, Dr Nurul Aqilah membahas tentang pengembangan produk pangan berkelanjutan melalui fermentasi dan pemanfaatan mikroorganisme fungsional.

Disampaikan dia, fermentasi merupakan teknologi pangan yang telah digunakan sejak lama, dan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas, keamanan, nilai gizi, serta umur simpan pangan.

Selain itu, mikroorganisme fungsional seperti bakteri asam laktat, kapang, dan starter culture, dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk pangan inovatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

”Pemanfaatan limbah pangan dan hasil samping agroindustri melalui proses fermentasi, juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi food waste, dan mendukung sistim pangan berkelanjutan,” ungkapnya.

Riyan