SRAGEN (SUARABARU.ID) – Pagi di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang pada Sabtu (9/5/2026), terasa begitu hidup. Di tengah hamparan sawah hijau dan udara pedesaan yang masih sejuk, anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen tampak duduk lesehan bersama warga sebelum memulai aktivitas pengecoran jalan.
Tak ada meja mewah ataupun hidangan istimewa. Hanya sarapan sederhana yang disiapkan warga dengan penuh ketulusan. Namun dari momen itulah, kehangatan dan rasa kebersamaan begitu terasa di tengah pelaksanaan program pembangunan desa.
Di sela tumpukan material dan alat kerja, para prajurit dan masyarakat bercengkerama santai sambil menikmati makanan pagi. Sesekali terdengar tawa kecil memecah suasana, menggambarkan akrabnya hubungan antara Satgas TMMD dan warga desa.
Pemandangan sederhana itu menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen yang kini telah memasuki hari ke-20.
Di balik kerasnya pekerjaan pengecoran jalan desa, ternyata tumbuh hubungan kekeluargaan yang begitu kuat antara TNI dan masyarakat.
Sunardi mengaku terharu dengan perhatian warga yang setiap hari bergantian menyiapkan makanan untuk anggota Satgas.
“Alhamdulillah, warga di sini luar biasa. Setiap hari selalu ada yang menjamu kami untuk sarapan ataupun makan. Semua dilakukan dengan tulus tanpa paksaan. Kebersamaan seperti ini yang membuat kami semakin semangat bekerja,” ujarnya.
Menurutnya, TMMD bukan hanya tentang membangun jalan dan infrastruktur desa, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara TNI dan rakyat.
Hal senada disampaikan Suwarti (48), warga yang pagi itu mendapat giliran mengirim logistik makanan untuk anggota Satgas TMMD.
Ia mengatakan masyarakat merasa senang dapat ikut ambil bagian mendukung pembangunan desa mereka sendiri.
“Kami semua bahu-membahu demi keberhasilan TMMD. Memang makanan yang kami bawa sederhana, tetapi semoga bisa menambah semangat bapak-bapak TNI yang bekerja membangun desa kami,” tuturnya.
Di tengah hamparan sawah dan jalan desa yang perlahan mulai terbentuk, suasana sarapan bersama itu menjadi gambaran bahwa pembangunan sejati tidak hanya lahir dari cor beton dan alat berat.
Lebih dari itu, pembangunan tumbuh dari rasa persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat nyata. Bahwa di tengah desa, di antara sawah dan jalan yang sedang dibangun, tumbuh ikatan sederhana yang justru menjadi kekuatan terbesar dalam membangun negeri.
Agus S













