JEPARA (SUARABARU.ID) – Masalah sampah masih menjadi tantangan besar yang memerlukan aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, keluarga besar SMK Negeri 3 Jepara menggelar aksi kolaboratif bertajuk World Cleanup Day (WCD) pada Jumat (8/5/2026). Gerakan ini bertujuan untuk mengaktualisasikan Nilai Nilai integritas peduli lingkungan secara berkelanjutan dan konsisten.
Semua murid, guru dan tenaga kependidikan bergerak serentak menyisir setiap sudut sekolah hingga kawasan Sungai dan Taman Kanal. Sebagai sekolah Adiwiyata, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen SMKN 3 Jepara dalam menciptakan suasana belajar yang sehat. Aksi ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan.
Kepala SMKN 3 Jepara, Sunaji, S.Pd., M.Eng., memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat seluruh warga sekolah dalam aksi ini. “Kegiatan ini adalah momentum penting untuk mengedukasi siswa bahwa kebersihan adalah bagian dari integritas. Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya unggul teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap kelestarian alam,” tegasnya.

Aksi World Cleanup Day 2025 SMKN 3 Jepara di dalam sekolah dan di luar sekolah. Foto: Andini & Kiswa
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Adiwiyata SMKN 3 Jepara, Agung Riyanto, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Aksi WCD bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penguatan budaya peduli lingkungan yang telah kami integrasikan dalam kurikulum sekolah. Kami terus berupaya agar perilaku hidup bersih ini menjadi karakter melekat bagi seluruh murid.”
Aksi hijau ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas untuk lebih bijak dalam mengelola sampah. Membersihkan sampah bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan upaya membentuk generasi muda yang bertanggung jawab terhadap bumi. Dengan semangat gotong royong, wajah SMKN 3 Jepara kini tampil lebih asri, segar, dan siap mendukung prestasi siswa ke depan.
Diakhir kegiatan ini, seluruh sampah yang terkumpul dikelola secara sistematis berdasarkan jenisnya. Sampah organik dibawa ke Rumah Kompos di bawah pimpinan Santi Dewi, S.T., untuk diolah menjadi pupuk. Sementara itu, sampah anorganik disalurkan ke Bank Sampah Lembayung SMKN 3 jepara yang dipimpin oleh Nur Latifah, S.Si., M.Pd., untuk dilakukan proses daur ulang.
Hadepe – Agung Riyanto













