SEMARANG (SUARABARU.ID) – Bank Indonesia senantiasa memperkuat komitmen dalam menjaga kedaulatan Rupiah melalui penyediaan uang Rupiah layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Bank Indonesia, dan Undang-Undang Mata Uang, Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang diberikan tugas dan wewenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Sebagai bagian dari implementasi tugas tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Karimunjawa 2026 pada tanggal 8–11 Mei 2026 bekerja sama dengan TNI AL Lanal Semarang menggunakan KRI Hiu.
“Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ERB Karimunjawa yang ketiga kalinya sebagai wujud sinergi strategis antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam memperluas jangkauan layanan kas dan edukasi Rupiah hingga ke wilayah kepulauan,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, Jumat 8 Mei 2026.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat Karimunjawa 2026 menjangkau lima desa/dusun di empat pulau di Kepulauan Karimunjawa, yaitu Desa Karimunjawa dan Desa Kemujan di Pulau Karimunjawa, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, serta Pulau Genting.
“Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Kepala BI Jateng yang biasa disapa Pak Nunu ini menjelaskan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ERB Karimunjawa 2026 meliputi layanan penukaran uang dan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta literasi keuangan.
Pada layanan penukaran uang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menargetkan penyerapan uang tidak layak edar dari masyarakat sebesar Rp3,62 miliar untuk kemudian digantikan dengan uang rupiah layak edar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi clean money policy Bank Indonesia dalam rangka menjaga kualitas uang rupiah yang beredar di masyarakat serta mendukung kelancaran transaksi ekonomi.
Selain layanan kas, pada setiap desa/dusun yang menjadi lokasi kegiatan juga akan dilaksanakan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta literasi keuangan kepada masyarakat.
Kegiatan edukasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, antara lain melalui pemahaman mengenai pentingnya merawat Rupiah, mengenali ciri keaslian uang Rupiah, serta memahami peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Edukasi literasi keuangan juga diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara aman dan bijak.
Sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama TNI AL Lanal Semarang dalam ERB merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memperkuat inklusi ekonomi di wilayah kepulauan dan daerah 3T.
“Bank Indonesia akan terus memperluas jangkauan layanan kas dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Rupiah yang berdaulat di seluruh wilayah NKRI,” pungkasnya.
Hery Priyono













