KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sanggar Seni Tradisional Bolosewu, Kebumen, berhasil meraih predikat Penampil Terbaik Festival Tari Tradisional Nusantara (FTTN) tingkat nasional di Museum Sri Baduga, Bandung, Minggu (3/5) 2026.
Penghargaan ini menjadi kabar membanggakan bagi dunia seni tari tradisional Kabupaten Kebumen, sekaligus menegaskan eksistensi kesenian daerah di kancah nasional.
Dalam ajang bergengsi yang diikuti berbagai perwakilan daerah dari seluruh Indonesia tersebut, Sanggar Bolosewu tampil memukau membawakan Tari Cepet Ayu, salah satu tari kreasi berbasis tradisi khas Kebumen.
Penampilan ini berhasil menarik perhatian dewan juri berkat kekuatan konsep dramaturgi yang matang, serta keberanian dalam mengembangkan bentuk tari tradisional tanpa meninggalkan nilai-nilai keasliannya.
Pimpinan sanggar, Wiji Winaras, menjelaskan,Tari Cepet Ayu merupakan pengembangan dari Tari Cepetan Alas, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sejak 7 Desember 2021 sebagai warisan budaya milik Kebumen.
“Proses kreatif tari ini tetap berpijak pada akar tradisi, namun dikemas dengan pendekatan artistik yang lebih segar dan komunikatif. Melalui Tari Cepet Ayu, kami ingin menghadirkan kekuatan tari tradisi ikonik Kebumen dalam bentuk yang lebih dinamis, tanpa kehilangan ruh aslinya.”jelas Wiji Winaras.

Seniman sekaligus penggagas awal konsep pengembangan tari tersebut Ki Pekik Sat Siswonirmolo menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Sanggar Bolosewu.
“Saya menyampaikan selamat dan turut bangga atas pencapaian ini. Gagasan pengembangan Tari Cepetan sebenarnya telah lama muncul. Namun baru kali ini dapat terealisasi dengan baik. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa,” ujar seniman yang akrab disapa Ki Pekik itu.
Dalam pertunjukan tari tersebut, unsur musik serta sebagian koreografi digarap oleh Ki Waris, salah satu tokoh seni tari di Kebumen yang dikenal konsisten dalam pengembangan kesenian daerah. Sentuhan artistiknya dinilai mampu memperkuat karakter pertunjukan, sehingga tampil lebih hidup dan memiliki daya tarik yang kuat.
Keberhasilan Sanggar Bolosewu menjadi bukti bahwa seni tradisional Kabupaten Kebumen memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.
Festival Tari Tradisional Nusantara merupakan wadah apresiasi sekaligus pelestarian budaya yang mempertemukan beragam ekspresi tari tradisional dari seluruh Indonesia dalam satu panggung kebudayaan.
Komper Wardopo












