KUDUS (SUARABARU.ID) – Warga Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, sempat dibuat geger dengan temuan darah berceceran di ruas jalan Dukuh Manisan, Desa Jurang, Minggu (3/5/2026) malam. Kejadian ini bahkan sempat viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Gebog AKP Siswanto menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Menindaklanjuti informasi yang beredar, petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
“Hasil pemeriksaan di lapangan serta keterangan warga, kejadian itu disebabkan kecelakaan lalu lintas berupa senggolan antar sepeda motor,” ujar AKP Siswanto, Senin (4/5/2026).
Ia mengungkapkan, korban berinisial MRM (14), warga Desa Jurang, saat itu mengendarai sepeda motor Honda Karisma bersama dua rekannya di Jalan Rahtawu Raya, tepatnya di depan taman Desa Gondosari, Kecamatan Gebog.
Saat melaju dari arah utara, tiba-tiba muncul sepeda motor dari arah berlawanan yang hendak menyalip kendaraan lain. Karena terlalu mengambil jalur kanan, kendaraan tersebut menyerempet korban.
“Korban tidak terjatuh, namun mengalami luka robek di kaki kanan bagian bawah hingga mengeluarkan cukup banyak darah,” jelasnya.
Usai kejadian, korban bersama rekannya memilih pulang melalui jalan desa di wilayah Dukuh Manisan. Darah yang terus mengalir meninggalkan jejak di sepanjang jalan, sehingga menimbulkan kepanikan warga dan viral di media sosial.
Polisi yang menerima laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, hingga menelusuri keberadaan korban ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kudus.
“Korban akhirnya ditemukan sedang menjalani perawatan di RSI Sunan Kudus setelah sebelumnya dibawa keluarga dari rumah,” tambahnya.
Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan tidak ada unsur tindak kriminal dalam peristiwa tersebut.
“Kami pastikan ini murni kecelakaan lalu lintas. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegas AKP Siswanto.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati di jalan serta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial.
Ali Bustomi













