blank
Tim Asistensi Bupati ketika menggelar rapat bersama dengan Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo di Kantor DPUPR setempat. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARA BARU.ID)-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo terus menyiapkan strategi pembangunan infrastruktur di tengah tantangan keterbatasan anggaran.

Hal ini disampaikan dalam rapat Tim Asistensi Bupati bersama DPUPR Kabupaten Wonosobo yang digelar pada Kamis, (30/4/2026) di Kantor DPUPR Kabupaten Wonosobo.

Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardianto, menyampaikan bahwa rencana strategis pembangunan infrastruktur periode 2024-2027 telah disusun dengan menyesuaikan kondisi fiskal daerah.

Meski terjadi penurunan anggaran pada 2025 dan 2026 akibat kebijakan efisiensi, target indikator kinerja tetap dipastikan tercapai.

“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya memastikan indikator kinerja tidak mengalami penurunan. Ini menuntut pola kerja yang lebih cepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan DPUPR terus mengusung semangat “Tata Bangun Jaga” sebagai komitmen menjaga kualitas pelayanan publik di sektor infrastruktur.

“Ketidakpastian anggaran dan regulasi menuntut kerja lebih keras. Namun kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, guna menghadapi situasi penuh ketidakpastian, DPUPR juga membagi fokus kerja dalam dua klaster utama, yakni pemeliharaan jalan dan irigasi, serta pelayanan perizinan yang lebih responsif.

Dalam laporannya disampaikan ada 110 titik prioritas jalan yang menjadi perhatian utama. Penentuan prioritas ini didasarkan pada indikator pembangunan daerah serta berbagai aspirasi masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan LaporBub.

Selanjutnya, Nurudin juga memaparkan, salah satu inovasi yang akan dilakukan adalah BABAT BESET, yakni program kerja bakti membersihkan rumput di bahu jalan, saluran drainase, dan area irigasi yang dilaksanakan rutin setiap Jumat dengan melibatkan seluruh UPTD serta staf DPUPR.

“BABAT BESET menjadi bagian dari transformasi pola kerja kami. Di tengah keterbatasan anggaran, semangat gotong royong harus tetap hidup sebagai kekuatan utama menjaga infrastruktur,” jelasnya.

Program ini dinilai sebagai bagian dari transformasi budaya kerja di tengah keterbatasan anggaran.

Partisipasi Warga

blank
Tim Asistensi Bupati dan jajaran Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo foto bersama di Kantor DPUPR setempat. Foto : SB/Muharno Zarka

 

Ketua Tim Asistensi Bupati, Idham Cholid, mengapresiasi langkah kreatif yang dilakukan DPUPR, termasuk inovasi BABAT BESET.

 

Menurutnya, transformasi tersebut harus mampu memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong.

 

“Yang paling penting, kegiatan ini jangan hanya menjadi rutinitas internal. Tetapi harus mampu mendorong keterlibatan masyarakat. Partisipasi warga adalah kunci keberhasilan pembangunan,” tegasnya.

 

Idham menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di daerah.

 

Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan adanya stimulus bagi desa agar partisipasi warga dalam pemeliharaan lingkungan dan infrastruktur semakin meningkat.

Dalam kesempatan itu, Tim Asistensi Bupati juga mengingatkan pentingnya transparansi dan integritas dalam setiap kebijakan DPUPR.

“DPUPR merupakan OPD yang paling banyak disorot dan mendapat perhatian publik luas. Karena itu setiap kebijakan harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan menjaga integritas,” kata Idham.

Sebagai tindak lanjut rapat, DPUPR juga diminta segera merumuskan konsep teknis BABAT BESET dengan melibatkan pemerintah desa.

Program tersebut direncanakan masuk dalam skema Swakelola Tipe 4 berbasis masyarakat dan ditargetkan diluncurkan pada akhir Juli 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Wonosobo.

Selain itu, disepakati pula agenda evaluasi triwulanan antara Tim Asistensi Bupati dan DPUPR melalui rapat koordinasi maupun peninjauan lapangan secara langsung.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan pembangunan infrastruktur di Wonosobo berjalan lebih adaptif, efektif, dan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Muharno Zarka