SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), melakukan sosialisasi tentang terjadinya potensi longsor di Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (28/4/2026).
Dalam kegiatan itu, Tim PKM USM terdiri dari Ketua Dr Adolf Situmorang ST MT, anggota Agus Muldiyanto ST MT, Dr Anik Kustirini SSi MT dan Dr Kusrin ST MT. Hadir dalam acara ini, Lurah Sumurrejo, Dwi Asih Sunarmiati SH.
Menurut Adolf Situmorang, tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi dan memberi pemahaman kepada warga, tentang penyebab longsor di lingkungan masing-masing.
BACA JUGA: Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu Belum Signifikan
Selain itu juga, memberikan pedoman mitigasi penanganan longsor kepada warga, yang dapat digunakan sebagai acuan ada potensi longsor.
”Kami berharap, melalui sosialisasi ini warga dapat memahami penyebab longsor di lingkungan masing-masing, dan bisa melakukan mitigasi sederhana di setiap lingkungan. Misalnya perkuatan talud, mengurangi potensi genangan yang dapat menyebabkan longsor,” katanya.
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi dampaknya, penting memahami penyebab longsor, baik dari faktor alam maupun aktivitas manusia.
BACA JUGA: USM Raih Dua Perunggu di Unimma Super Badminton Championship 2026
Diungkapkan dia, salah satu penyebab atau faktor yang memicu terjadinya longsor antara lain, curah hujan tinggi, struktur tanah yang labil, kemiringan lereng terlalu curam, penggundulan hutan dan minim vegetasi, atau aktivitas manusia yang tidak terencana.
”Faktor lain adalah erosi oleh aliran sungai atau air permukaan, dan perubahan tata guna lahan yang tidak terkontrol. Contoh perubahan lahan berisiko ada di perumahan daerah perbukitan, sawah dan kebun di lereng curam,” ungkapnya.
Riyan













