blank
Suasana Raker DPRD Kota Tegal bersama PDAM Tirta Bahari. Foto: Isno.

TEGAL (SUARABARU.ID)
DPRD Kota Tegal menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Bahari Kota Tegal di ruang Komisi I DPRD Kota Tegal, Senin (27/04/2026).

Raker dibuka dan dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Zaenal Nurohman SAP, bersama Ketua Komisi III Sutari SH, MH, M Ali Mashuri SAP, Sefrudin, Ardy Arafiq, Hj Ratna S.Pt, Enny Yuningsih SH, MM, Triono SH, Arie Prima Setyoko SE, S.Psi, H Moh Ilyas SH, MM, Erni Ratnani, H Eko Susanto, H Sisdiono S.Pd.

Hadir Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Bahari Kota Tegal, Hasan Suhandi didampingi Kepala Teknik Singgih, Kasubag Pembukuan Arina Niskah, dan Bagian Perekonomian Purtanto.

Dalam paparannya Direktur Utama PDAM Tirta Bahari Kota Tegal Hasan menjelaskan, apabila selama tiga bulan berturut-turut pelanggan tidak membayar maka bulan ke empat ditutup sementara.

Dijelaskan, laba bersih PDAM Tirta Bahari pada 2024 sebesar Rp9,2 Miliar.
Laba pada 2025 sebesar Rp8,8 Milyar. Sementara laba kotor 2026 tri Wulan pertama sebesar Rp 1,6 Miliar.

Anggota DPRD Kota Tegal, H Eko Susanto dari Fraksi PKB mempertanyakan kaitan dengan Dewan Penasehat. Selain paparan dari Direktur pihaknya juga minta paparan dari Dewan Penasehat PDAM Tirta Bahari.

Selain itu, Eko juga mempertanyakan
Corporate Social Responsibility (CSR) dan banyak pengaduan masyarakat di PDAM yang tidak memuaskan pelanggan. “Pasca perbaikan ada perubahan air yang signifikan dari rasa dan warna,” ujar Eko.

Sementara Politisi PDI Perjuangan Ardy Arafiq memberikan masukan bahwa PDAM bisa menyediakan petugas kontrol meteran. Pengaduan masyarakat juga untuk segera direalisasikan. Karena kata Ardy selama ini warga mengadu soal PDAM kepada Anggota DPRD Kota Tegal.

Terkait CSR Hasan menjelaskan, sebesar 3 persen dari laba sekitar 300 juta. CSR bisa diajukan melalui proposal untuk kemaslahatan di Kota Tegal seperti pembangunan masjid bukan diperuntukan wilayah tertentu.

“Jadi CSR bukan untuk biaya sambungan, pemasangan PDAM. Hal itu sepertinya jeruk minum jeruk,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Bahari, Hasan Suhandi.

Kontribusi pelanggan sosialisasi dan pemasangan jaringan kolektif dilakukan di wilayah Kota Tegal untuk meningkatkan potensi cakupan pelanggan demi mencapai target akhir layanan. “Sampai dengan akhir 2025, perusahaan memiliki 40.945 Pelanggan yang terdiri dari 40.478 pelanggan aktif dan 467 Pelanggan Segel, namun masih
terdapat tantangan dalam penambahan jumlah pelanggan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” terang Hasan.

Pimpinan rapat Zaenal Nurohman minta keterbukaan informasi terkait CSR PDAM. Diharapkan PDAM selalu responsif pengaduan dari masyarakat dan untuk CSR agar bisa dipublikasikan ke masyarakat.

“Kita meminta keterbukaan dari PDAM Tirta Bahari dengan lampirkan yang kota minta di publis seperti perusahaan lain,” terang Zaenal.

Zaenal berharap CSR PDAM Tirta Bahari terbuka. ‘Rumor di masyarakat CSR untuk membiayai program pemerintah yang tidak sesuai bisa terpatahkan apabila PDAM Tirta Bahari siap memberikan keterbukaan informasi,” tutup Politisi PKS.

Isno