blank
Pentas kuda kepang di Alun-alun Pancasila Kebumen memeriahlkan Ilda Sewindu Forum Ebeg Kebumen Aji Sabtu 25/4.(Foto:SB/Forum EKA)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Ribuan massa memadati sudut  timur laut alun-alun Pancasila Kebumen Sabtu (25/4) malam diujung sebelah utara Kapal Mendoan, maskot Alun-alun Pancasila.

Mereka adalah para pecinta ebeg (sebutan seni kuda kepang di Kebumen) yang menyakikan pentas berbaur dengan anggota Forum Ebeg Kebumen Aji (Forum EKA). Hari itu  sedang menyelenggarakan acara pementasan yang meriah bertajuk Milad Sewindu Forum EKA.

Sebagai tambahan informasi awal mula pembentukan Forum EKA difasilitasi pengurus Dewan Kesenian Daerah  Kebumen bertempat di Rumah Budaya Bumi Bimasakti Kauman Kebumen pada Minggu 28 Januari 2018.

blank
Pentas tari dan kuda kepang memeriahkan Kebumen Car Free Night di Alun-alun Kebumen, Sabtu 25/4.(Foto:SB/Forum EKA)

Pelaksanaan kegiatan Milad Sewindu Forum EKA sebenarnya sudah dimulai sejak Sabtu sore dengan pementasan 2 grup ebeg, yaitu Condro Lestari Budaya dan  Cakra Manunggal Sari dari Sruweng.

Pementasan kemudian dilanjutkan pada Sabtu malam dengan 2 pementasan kesenian, yang sangat menarik.

Pementasan diawali dari tari Lenggeran oleh grup Lenggeran Forum EKA pimpinan  Slamet, yang juga ketua umum Forum EKA Kebumen. Dilanjutkan dengan  pementasan Ebeg Warok Jaten Waluyo dari Tlagasari Kecamatan Ayah, pimpinan Satimin.

blank
Anggota DPRD Jawa Tengah Saiful Hadi memberi sambutan pada pentas kuda kepang di Alun-alun Kebumen, Sabtu 25/4.(Foto:SB/Forum EKA)

Anggota DPRD Jawa Tengah Saiful Hadi SIKom yang hadir  sekaligus mendukung kegiatan tersebut menyampaikan penyelenggaraan acara ulang tahun ke 8 Forum EKA itu didanai dari hasil gotong royong grup anggota Forum EKA sendiri, yang berdasarkan pengakuan Slamet Sodirin selaku ketua umum Forum EKA berjumlah 300 grup.

Pernyataan politikus PDIP asal Kalipoh Kecamatan Ayah itu dibenarkan oleh Slamet Sodirin. Saiful Hadi berharap masyarakat Kebumen akan semakin mencintai budayanya sendiri.

Bahkan dalam orasinya yang menarik wakil rakyat di DPRD Jawa tengah itu sempat melontarkan jargon: “Wong Kebumen duwe gawe ora nanggap Ebeg ora maen, nonton ebeg pantang pulang sebelum janturan, ora mendem ora marem.”

Selanjutnya Ketua umum Forum EKA  Slamet menambahkan,  pagelaran pada malam Sewindu Milad tersebut memang menampilkan bentuk kesenian ebeg yang mbedani dan menarik, yaitu Ebeg Warok dari Desa Tlagasari Kecamatan Ayah.

Slamet Sodirin berharap semoga dengan acara Milad ini  meskipun selama ini Forum EKA telah solid akan semakin maju dan solid dalam mengemnagaka seni kuda kepang sebaagi aset Kebumen.

Komper Wardopo