blank
LPPM USM mengelar Workshop Intensif Penyusunan Porposal Hibah Riset bersama BRIN. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Semarang (USM), belum lama ini menyelenggarakan kegiatan Workshop Intensif Penyusunan Porposal Hibah Riset bersama BRIN untuk para dosen.

Acara ini dihadiri Wakil Rektor I Prof Dr Ir Haslina MSi, Ketua LPPM USM Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, yang didampingi Ketua Penelitian Dr Rohmini Indah Lestari ST MM.

Dalam kegiatan itu, mengupas tuntas strategi pendanaan BRIN RIIM kompetisi tahun 2026, dengan menghadirkan narasumber dari Tim Layanan Fasilitas Riset dan Inovasi II-BRIN, Dr Antho Thohirin ST MT.

BACA JUGA: Kolaborasi Shine-LCC Gelar USM Prasasta Gala

Dalam keterangannya, Prof Haslina mengatakan, jumlah proposal dari para dosen di USM pada tahun ini, meningkat jauh lebih banyak daripada sebelumnya.

”Dengan demikian, akan menghasilkan output yang terukur berupa publikasi, patent maupun produk inovasi, yang tentunya nanti akan bermanfaat bagi kita semua,” kata dia.

Kegiatan ini merupakan langkah nyata USM, dalam memperkuat perannya dalam ekosistem riset Nasional, khususnya melalui pendanaan RIIM Kompetisi Tahun 2026.

BACA JUGA: Dosen Fakutas Teknik USM Raih Gelar Doktor

blank
Hadir dalam kegiatan ini, Prof Haslina, Prof Mudjiastuti, Dr Rohmini dan Dr Antho Thohirin, yang dilanjutkan foto bersama para peserta. Foto: dok/usm

”Para dosen dapat memanfaatkan forum ini untuk berinteraksi langsung dengan narasumber, guna membedah dan mengoreksi proposal yang telah disiapkan. Perlu diingat, lebih baik memperbaiki kekurangan di forum ini, daripada proposal kita gugur di tahap seleksi Nasional,” lanjut Prof Haslina

Dijelaskan pula, perlu diperhatikan beberapa poin krusial, dimana riset harus selaras dengan Fokus Riset Nasional, serta mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri.

Selanjutnya, prioritaskan kualitas, agar proposal menjadi eligible dan kompetitif. Ikuti panduan terbaru dengan cermat, jangan biarkan ide brilian gugur hanya karena kesalahan teknis kecil.

BACA JUGA: Fakultas Hukum USM dan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali Jalin Kerja Sama

”Pastikan aspek novelty (kebaruan) dan orisinalitas riset tetap terjaga, demi menjaga reputasi institusi kita, dan kedepankan kerja sama multidisiplin dalam penyusunan riset,” imbuhnya.

Dia berharap, agar workshop ini membawa peningkatan signifikan pada jumlah proposal USM yang lolos hibah, serta menghasilkan output terukur, berupa publikasi bereputasi, HAKI, maupun produk inovasi yang bermanfaat.

Sementara itu, Dr Antho mengungkapkan, dalam workshop penyusunan proposal pendanaan tim kompetisi ini, para dosen dapat terlibat dan berpartisipasi secara langsung. Kompetisi ini mencari keterbaruan awal, dalam rangka menuju hasil riset di paling akhir.

Pada TKT ring kompetisi itu, antara 1-5, sehingga para dosen yang mengikuti kegiatan ini, bisa melakukan riset-riset pada tempatnya. ”Mudah-mudahan dengan workshop yang sudah dijalankan ini, para dosen menjadi lebih bersemangat.

Riyan