JEPARA (SUARABARU.ID) – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM) Jepara KH. Fachrurrozi memberikan ceramah dalam rangka memperingati milad yang ke-9, pondok pesantren modern Muhammadiyah Asy Syifa Blimbingrejo, Nalumsari, di Komplek Ponpes Asy Syifa Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara. Sabtu malam, 25 April 2026
Acara ini dihadiri pula oleh sekretaris PDM Jepara, H. Hanbali, ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Jepara, H. Sadjiman, Ketua LP2 PDM H. Rohadi Ketua PCM Nalumsari, KH. Badrudin Noor, ketua PRM Blimbingrejo, Edy Purwanto dan warga Muhammadiyah Nalumsari, wali santri dan para santri.
Ketua PDM Jepara , KH Fachrurrozi dalam ceramahnya mengatakan, banyak tokoh Muhammadiyah muncul dari pesantren. “Sampaikan kepada anak-anak tokoh-tokoh Muhammadiyah yang punya jasa. Berikan dorongan anak sifat sabar, Rasullullah mengingat keberkahan itu bersama sama”, imbuhnya.

Hal menarik dari pengajian ini bertindak pembawa acara / MC menggunakan empat bahasa yakni : Jawa, Indonesia, Arab dan Inggris yakni Zinaikto Zanjabila XII, Fatimah Azzahro XI, Fildza Tsania IX dan bertindak Qori Ustaz Abdulloh Mukhlis.
Mudir ponpes Asy Syifa, Ustaz Hery Huzaeri dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara tahun ini sederhana. “Insyaallah tahun depan lebih besar lagi dengan mengundang Mendikdasmen Profesor Abdul Mukti,” ujar Mudir Ponpes Asy Syifa.
Ketua panitia Milad ponpes Asy Syifa Ustaz Noor Rofik mengucapkan terimakasih kepada warga Muhammadiyah Blimbingrejo karena ponpes adalah hadiah perjuangan luar biasa warga Muhammadiyah Blimbingrejo, ” terimakasih kepada anda semua yang telah hadir meramaikan milad Ponpes Asy Syifa yang ke-9,” kata Ustaz Noor Rofik.
Dalam acara ini diberikan penghargaan juara ajang Antologi pertama di tahun ini. Diberikan kepada 4 kategori yaitu: Juara 1, Juara 2, Juara 3, dan puisi terbaik.
Juara 1 diberikan kepada Dayana Athiya Mumtaz. Naskah terbaiknya mengajarkan kita tentang kemandirian dalam bersujud, cerita seorang anak yang luar biasa dalam menghadapi segala ujian.
Juara 2 di berikan kepada Raisa Tazkia. Menulis dengan naskah yang rapi, dari segi teks, dan tanda baca yang tersusun rapi
Juara 3 di berikan kepada Queennisa Mutiara. Penulis yang tidak kenal lelah, menulis ratusan, bahkan ribuan kata sekalipun.
Untuk lomba menulis ini diikuti 40 santriwati dan ditulis dengan Judul buku: Langkah Kecil Menuju Cita dengan tebal buku kurang lebih 450 halaman, Editor: Catur Krstiani, M.Pd, Penerbit: Asfana Literasi, Pati, Jawa Tengah.
Hadepe – Edi Sulton













