blank
Anggota Komisi X DPR, Dr H Abdul Fikri Fagih, MM dan Periset Perekayasa Ahli Madya, PRTMMP OREM BRIN, Adrich Ilyas ST, MP saling memberikan cindera mata. Foto: Isno.

TEGAL (SUARABARU.ID) – Komisi X DPR RI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pelatihan optimalisasi medsos untuk pemasaran bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Bahari Inn, Minggu (26/4/2026).

“Optimasi Medsos untuk Pemasaran Produk IKM tersebut memfokuskan pada pemanfaatan media sosial (medsos) yang saat ini tengah menjadi tren masyarakat Indonesia,”
kata Anggota Komisi X DPR, Dr H Abdul Fikri Fagih, MM.

Sebagai anggota DPR RI juga memiliki tugas untuk mengembangkan IKM. Hal tersebut kata Fikri untuk mendorong IKM bergerak kreatif sekaligus mengajak bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri.

Fikri berharap masyarakat tidak ketergantungan dengan produk impor, di dalam negeri sudah memiliki produk serupa yang bisa bersaing. “Sampai saat ini yang menjadi masalah IKM adalah pada permodalan dan sistem pemasaran,” ujarnya.

Menurut Fikri dengan situasi seperti sekarang ini harus bisa bergerak kreatif memanfaatkan teknologi yang ada, salah satunya media sosial untuk pemasaran. “Bisa dengan konsep pemasaran atau bisa juga untuk membranding usahanya. Bahkan bisa menjadi konten kreator sembari mengembangkan usahanya,” terangnya.

Semuanya kata Fikri harus didukung dengan kualitas produk termasuk kemasan dan kesiapan stok manakala pasar atau konsumen ingin membeli atau order dalam jumlah banyak.

“Saya kira dengan situasi sekarang ini untuk memberikan motivasi para IKM. Karena para IKM juga tulang punggung ekonomi sesungguhnya,” ujar Fikri Faqih

Fikri berpesan para pelaku IKM agar bisa percaya diri, jangan pesimis dengan produk-produk lain tetapi harus terus belajar dan berkembang menciptakan produk yang bersaing.

“Tegal dan sekitarnya, banyak pelaku-pelaku usaha kreatif, hingga dulu dikenal sebagai Jepangnya Indonesia. Tentunya slogan tersebut juga harus terus memotivasi pelaku IKM bahwa orang-orang Tegal sangat inovatif bahkan mampu membuat produk-produk unggulan,” tutup Fikri.

Pelatihan juga menghadirkan narasumber Periset Perekayasa Ahli Madya, Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan
(PRTMMP)-Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN), Adrich Ilyas ST, MP.

Adrich memberikan trik dan kisi-kisi pengoptimalan medsos untuk pemasaran.

Peserta diberikan bekal pemahaman terkait perbedaan selling dan branding. “Peserta harus mengetahui tentang strategi pemasaran seperti segmenting, targeting dan positioning,” ujar Adrich.

Isno