blank
Salah satu tumpeng yang dilombakan pada peringatan Hari Kartini ke - 147 di SMPN 2 Mayong. Foto: Ida

JEPARA (SUARABARU.ID) – Tidak hanya berfokus pada semangat emansipasi wanita, peringatan hari lahir Kartini ke-147 di SMP Negeri 2 Mayong (Spenduma) disemarakkan oleh berbagai macam lomba. Selain lomba keluwesan dan tumpeng, juga digelar lomba yang melibatkan semua gender dan sesuai dengan zaman (gen Z) yaitu paduan suara, dan lomba konten digital. Lomba-lomba ini dilaksanakan setelah upacara peringatan Hari Kartini.

Pembina upacara, Kepala SMPN 2 Mayong   Setyo Ningsih, S.Pd. saat  menyampaikan amanatnya menegaskan , “Peringatan hari Kartini bukan sekadar hari dimana kita dianjurkan berkebaya dan berpakaian adat, tetapi kita harus merefleksikan marwah Kartini, martabat, semangat, dan perjuangan seorang putri bangsa yang telah menyalakan pelita di tengah kegelapan. Beliau telah membuka jalan bagi perempuan menembus tembok kegelapan, keterbelakangan, kebodohan,” urai Setyo Ningsih

blank
Lomba tumpeng yang diikuti oleh 19 peserta di SMPN 2 Mayong. Foto: Ida

Selanjutnya ia mengungkapkan, Kartini menjadi pemantik semangat belajar. “Sesuai semboyan Kartini ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’  maka   Kartini saat ini  harus  merupakan Kartini Literat yang harus melek perubahan dan mampu memanfaatkan aplikasi digital. Kartini yang tidak hanya mampu membaca dan menulis, tetapi juga memahami, mengolah, menganalisis, dan menggunakan informasi secara kritis untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya

Sementara Lomba keluwesan digelar bertujuan untuk menerapkan nilai-nilai dan karakter R.A. Kartini yang selama ini sudah mulai luncur. Perilaku-perilaku rendah hati, andap asor, santun, namun luwes dalam bertindak perlu ditanamkan pada generasi muda saat ini.

Untuk lomba Paduan suara yang diikuti oleh sembilan belas kelas dengan peserta lima siswa putra dan lima siswa putri perkelas. Lomba Paduan suara ini khusus menyanyikan lagu wajib Ibu Kita Kartini. Saat ini nilai-nilai patritisme mulai berkurang dan sebagian siswa tidak lagi mengenal lagu-lagu nasional termasuk lagu Ibu Kartini yang tiap tahun dinyanyikan.

blank
Siswa antusias ikuti lomba tumpeng dalam rangka peringatan Hari Kartini di SMPN 2 Mayong. Foto: Ida

Lomba berikutnya yang digelar di SMP Negeri 2 Mayong yakni lomba tumpeng. Terlihat siswa antusias dalam mengikuti dan menyaksikan lomba tumpeng. Sama seperti lomba yang lain, lomba tumpeng juga diikuti oleh Sembilan belas kelas dengan jumlah peserta tiga orang. Kriteria lomba tumpeng ini meliputi penyajian dan kelengkapan topping atau bahan pelengkap (lauk). Pengolahan dan penyajian dilakukan di ruang laboratorium IPA.

Sedangkan lomba yang paling menarik minat siswa yaitu lomba pembuatan konten video kreatif atau konten digital. Lomba ini lahir dari pemikiran bahwa gen-Z yang tak pernah lepas dari handphone dan memiliki kreativitas tinggi dalam memanfaatkan aplikasi digital.

Konten yang dilombakan merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Lahir Kartini dari mulai upacara hingga lomba-lomba. Kriteria penilaiannya meliputi kemampuan mengambil konten (video), narasi, ilustrasi, dan jumalh menikmat atau penonton. Waktu penjurian memiliki waktu terlama karena selama tiga hari.

Hadepe – Subaidah