blank
Guru bersama siswa KBBarokatul Khoir Mantingan, Kabupaten Jepara. Foto: Nurul W

blank

Oleh : Nurul Wijayanti

Peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa Raden Ajeng Kartini, tetapi juga sebagai sarana dalam menanamkan nilai karakter pada anak usia dini. Hal ini tercermin dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh KB Barokatul Khoir Mantingan, Kabupaten Jepara, pada Selasa, 21 April 2026 pukul 07.30 WIB. Kegiatan berupa lomba mewarnai kolaboratif antara ibu dan anak ini diikuti oleh 45 siswa-siswi bersama orang tua mereka.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai upaya edukatif yang mengintegrasikan unsur kreativitas, nasionalisme, serta penguatan hubungan emosional dalam keluarga. Sejak awal acara, suasana telah dibangun dengan nuansa kebangsaan. Anak-anak tampil mengenakan pakaian adat dan batik, yang secara tidak langsung memperkenalkan nilai kecintaan terhadap budaya lokal.

blank
Kegiatan lomba mewarnai kolaboratif antara ibu dan anak ini diikuti oleh 45 siswa-siswi bersama orang tua mereka.. Foto: Nurul W

Rangkaian pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya,” Mars Jepara, serta “Ibu Kita Kartini.” Meskipun dilantunkan dengan artikulasi khas anak usia dini, kegiatan ini efektif menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap identitas bangsa.

Puncak kegiatan terletak pada lomba mewarnai ibu dan anak. Dalam aktivitas ini, interaksi antara orang tua dan anak menjadi fokus utama. Proses diskusi dalam memilih warna, kerja sama dalam menyelesaikan gambar, serta komunikasi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan adanya pembelajaran sosial-emosional yang signifikan. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pendidikan anak usia dini yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning).

Secara pedagogis, kegiatan ini memiliki tujuan yang jelas, yaitu mengenalkan nilai-nilai perjuangan Kartini seperti kemandirian, keberanian, dan kesetaraan gender. Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan, anak-anak tidak hanya mengenal Kartini sebagai tokoh sejarah, tetapi juga mulai memahami makna perjuangannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Penggunaan pakaian adat juga menjadi media simbolik dalam menanamkan rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Kepala sekolah KB Barokatul Khoir Mantingan Naili Ni’mah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter yang bersifat aplikatif. Anak-anak diajak untuk belajar melalui pengalaman nyata, bukan sekadar hafalan atau pengenalan konsep secara verbal. Dengan demikian, nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan lebih mudah dipahami dan diinternalisasi oleh anak.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan makan bergizi gratis (MBG) secara bersama dan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Adapun pemenang lomba diambil 6 terbaik yaitu berinisial DIN, NNR, MDA, MHA, SAK, dan KAS.

Meskipun dikemas secara sederhana, kegiatan ini memiliki dampak yang bermakna, terutama dalam memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak serta menanamkan pemahaman bahwa setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. Dengan pendekatan yang holistik dan kontekstual, peringatan Hari Kartini di KB Barokatul Khoir menjadi contoh praktik pendidikan karakter yang efektif di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Penulis adalah Guru di  KB Barokatul Khoir Mantingan, Jepara