
Oleh: Amirul Risa Febriana
Peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi momen mengenang jasa pahlawan perempuan Indonesia, R.A. Kartini tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang bermakna bagi anak usia dini. Dalam konteks pendidikan, kegiatan yang melibatkan interaksi langsung antara anak dan orang tua memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Itu pula yang terlihat dalam perayaan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh KB Jelita, Desa Krapyak, Jepara
Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman langsung bagi anak usia dini dengan melibatkan 50 anak peserta didik bersama wali murid, khususnya ibu. Bertempat di lingkungan sekitar KB Jelita hingga kawasan Pantai Semat dan Beach Side Teluk Awur, kegiatan berlangsung dengan suasana yang meriah dan sangat excited.

Sejak pagi hari, anak-anak telah hadir mengenakan pakaian adat, di mana anak perempuan memakai kebaya dan anak laki-laki mengenakan beskap atau batik. Hal ini menjadi bentuk pengenalan budaya sejak usia dini sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan diawali dengan berkumpul di masjid sebelah selatan kampus Jelita pada pukul 08.00 WIB. Anak-anak bersama ibu menaiki kereta wisata yang menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan ini. Perjalanan menuju Pantai Semat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan kesempatan bagi anak dan ibu untuk berinteraksi secara lebih dekat dalam suasana santai.
Setibanya di Pantai Semat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Beach Side Teluk Awur dan tiba sekitar pukul 09.15 WIB.
Rangkaian acara di lokasi dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini” sebagai bentuk pengenalan nilai perjuangan dan semangat emansipasi kepada anak-anak. Kegiatan selanjutnya adalah fashion show yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Kegiatan ini, anak-anak tampil percaya diri menunjukkan pakaian adat yang dikenakan, sehingga membantu mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan berekspresi.
Selanjutnya, anak-anak dan wali murid menikmati waktu istirahat dengan makan bersama menu sederhana seperti nasi menir dan rujak. Kegiatan makan bersama ini tidak hanya memberikan pengalaman kebersamaan, tetapi juga melatih kemandirian anak dalam aktivitas sehari-hari. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang semakin menambah keceriaan suasana.
Kegiatan diakhiri pada pukul 10.45 WIB dengan penuh kebahagiaan melalui sesi foto bersama ibu, anak dan guru, momen ini tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga memperkuat kedekatan emosional di antara keduanya. Anak-anak dan orang tua pulang dengan membawa pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna.
Secara keseluruhan, peringatan Hari Kartini di KB Jelita tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif dan bermakna. Melalui kegiatan yang dirancang secara kreatif dan melibatkan keluarga, anak-anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus mendapatkan pengalaman yang mendukung perkembangan mereka secara menyeluruh. Memang pembelajaran terbaik bagi anak usia dini adalah pembelajaran yang melibatkan pengalaman, emosi, dan kebersamaan.
Penulis adalah Guru KB Jelita Krapyak Jepara













