blank
Prof Dr Sri Tutie Rahayu MSi, saat menjawab pertanyaan sejumlah awak media di sela pelaksaan wisuda. Foto: riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Rektor Universitas BPD Jateng, Prof Dr Sri Tutie Rahayu MSi mengatakan, persaingan antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), saat ini semakin ketat. Hal itu seiring meningkatnya jumlah calon mahasiswa.

Menurut dia, dengan kondisi seperti itu, menuntut PTS untuk tidak hanya bersaing dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas dan kekhasan tempat pendidikan itu.

”PTN itu sudah punya kuota penerimaan yang jelas. Tapi persaingan tetap ada dengan PTS. Karena itu yang terpenting, bagaimana kita meningkatkan kualitas dan punya kekhasan,” kata Rektor Prof Sri Tutie, yang ditemui di sela Wisuda Periode I Tahun 2026, di kampus setempat, Kamis (23/4/2026).

BACA JUGA: Teater Lingkar Gandeng Sujiwo Tejo Hadirkan Rojo Tikus

Disampaikan juga, dalam wisuda kali ini, Universitas BPD Jateng meluluskan 222 wisudawan, yang terdiri dari Magister Manajemen 78 orang, Akuntansi (56), dan Manajemen (88).

Rektor juga menyebutkan, tingginya jumlah pendaftar, menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PTS, tak terkecuali Universitas BPD Jateng. Bahkan, kampus kini sudah dapat melakukan seleksi terhadap calon mahasiswa baru yang telah mendaftar.

”Kalau calon mahasiswa sudah banyak, artinya masyarakat sudah memandang kampus ini. Kita juga harus terus tampil, dan memperkenalkan diri,” jelasnya.

BACA JUGA: 1.000 Atlet Dijadwalkan Ikuti Kejurnas Karate Piala Wira Adhyaksa

Dia menambahkan, strategi utama menghadapi persaingan yakni, mempertegas diferensiasi kampus. Adapun kekhususan atau kekhasan dari Universitas BPD Jateng misalnya, menonjolkan keunggulan di bidang perbankan dan keuangan.

”Kita harus berani menyampaikan keunggulan kampus, agar orang tahu. Harus ada kekhasan, kekhususan, dan keahlian,” tegasnya.

Selain itu, kampus juga memperkuat kerja sama, baik Nasional maupun internasional, guna memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Disebutkan dia, tanpa kolaborasi, perguruan tinggi akan tertinggal dalam perkembangannya.

BACA JUGA: Djarum dan Polytron Salurkan Rp 8,9 Miliar untuk Rumah Layak Huni di Kudus

blank
Universitas BPD Jateng memwisuda sebanyak 222 mahasiswa, yang terdiri dari Magister Manajemen (78), Akuntansi (56), dan Manajemen (88). Foto: riyan

Universitas BPD Jateng juga menjaga kesesuaian, antara kebutuhan industri dengan kurikulum, melalui konsep link and match. Kampus juga terus melakukan riset pasar, untuk membuka program studi baru yang relevan.

Saat ini, program studi Manajemen menjadi yang paling diminati. Namun pengembangan prodi lain pun tetap dilakukan, untuk menjawab kebutuhan di dunia kerja.

Berdasarkan hal itu, untuk Tahun Ajaran 2026/2027, Universitas BPD Jateng menargetkan sekitar 670 mahasiswa baru, akan masuk di kampusnya.

BACA JUGA: Putusan PTUN Tak Ganggu Operasional PDAM, Dirut: Manajemen Fokus Pelayanan Publik

Sementara itu, Direktur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng, Eko Tri Prasetyo menyatakan, lulusan Universitas BPD Jateng telah banyak berkontribusi di dunia kerja.

”Lulusan Universitas BPD Jateng sudah banyak perusahaan kami. Ada sekitar 383 orang, dan sudah menempati posisi strategis. Mulai dari kepala divisi hingga pimpinan cabang,” ujar dia.

Eko Tri menuturkan, kolaborasi antara kampus dan industri, akan terus diperkuat untuk menyiapkan talenta yang siap kerja. Tidak hanya di sektor perbankan saja, tetapi juga di industri lainnya.

”Setiap tahun ada sekitar 10-20 lulusan dari Universitas BPD Jateng, yang bisa terserap. Nanti setelah masuk, akan kami bekali juga untuk pengembangan karier mereka ke depan,” tegasnya.

Riyan