blank
Direktur Utama Perusda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo

JEPARA (SUARABARU.ID) – Pendopo  R.A. Kartini Jepara akan menjadi saksi lahirnya sebuah even budaya  Heritage Performing Art, Sabtu 25 April 2026, pukul 19.00 Wib. Tujuannya untuk memberikan ruang bagi pengembangan budaya Jepara. Disamping itu, pagelaran  budaya yang  diselenggarakan oleh Perusda Aneka Usaha Jepara ini  juga ditujukan untuk   membuka ruang kolaborasi bagi mitra bisnis, pelaku kreatif, dan UMKM Jepara

Menurut Direktur Utama Perusda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo,  kegiatan ini dirancang sebagai ruang apresiasi budaya sekaligus pengalaman eksklusif bagi peserta terpilih, dengan konsep pertunjukan yang dikemas lebih modern, interaktif, dan relevan dengan generasi masa kini.

Sebagai bentuk komitmen partisipasi, setiap penonton  dikenakan kontribusi sebesar: Rp15.000/orang dengan  fasilitas akses pertunjukan, bonus tur malam museum R.A. Kartini , serta snack.

blank

Wike juga menjelaskan ketentuan partisipasi dalam Heritage Performing Art.  Setiap organisasi mendapatkan 1 (satu) orang peserta gratis,   wajib membawa bukti undangan saat registrasi ulang di lokasi. “ Apabila organisasi berkenan mengikutsertakan peserta tambahan, dapat berpartisipasi melalui pembelian tiket sesuai ketentuan yang berlaku,” terangnya

Heritage Performing Art menurut Wike Dwi Utomo  juga  membuka kesempatan terbatas bagi organisasi untuk hadir sebagai bagian dari audiens terkurasi yang tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya Jepara.

Dalam pegelaran perdana ini akan ditampilkan duet  dalang perempuan sebagai cermin semangat Kartini tetap hidup di tengah masyarakat Jepara. Mereka yang akan tampil adalah Ni Nafihta Agustin Ramadhan, siswi SMPN 1 Keling dan  Ni Dayu Vita Asih Widayasti siswi SMK Kesuma Margoyoso Pati dengan membawakan cerita Srikandhi Vibes. Sedangkan  pengrawit dari Sanggar Prabakusuma Jepara.

blank
Pimpinan Sanggar Prabakusuma Jepara, Muhammad Heru Susilo S,Sn,

Menurut pimpinan Sanggar Prabakusuma Jepara, Muhammad Heru Susilo S,Sn,  cerita Srikandi Vibes mengisahkan putri Kerajaan Pancala yang terkurung dengan aturan priyayi yang membatasi keingan untuk belajar dan melihat dunia luar secara luas. ”Dimasa remaja Srikandi harus berhadapan dengan perjodohan dengan lelaki yang tidak di kenal yaitu Prabu Jungkung Mardeya dari Kerajaan Paranggubarajo.

 

Srikandi menghadapi pilihan pilihan yang sulit dan resiko yang besar. ” Namun tekad dan  semangat untuk menghapuskan belenggu yang membatasi seorang wanita kian kuat. Pria dan wanita berderajat sama, gandewa dipundak,  keris  di tangan dengan gagah maju ke medan perang  menembus perbedaan menyetarakan hak yang harus di perjuangkan,” urai Heru

 

Dalam pagelaran ini juga akan dipentaskan  Tampilan Pepucuk yang akan dibawakan Razka Aryan Althafisqi, siswi  TA TK Wedelan. Tarian ini membawakan kisah Gathutkaca Jedhi. Juga ada Tari Gambyong Marikangen yang berfungsi sebagai tari penyambutan tamu. Tari ini akan dibawakan oleh 3 penari yaitu Najwa Batrisya El Mazaya,  Nisa Khoirotun Nikmah dan Fikkryza Bilqis Winny Saputri.  Para penari ini dari Sanggar Giri Puspa Sumanding  yang diasuh Tesa Yosinta, S.Pd

 

Disamping itu penonton juga akan dimanjakan  dengan penampilan  Tari Candhik Ayu yang akan dibawakan oleh  Sanika Azalea Mufti, Galuh Melani Prasasti, Diva Aulia Yasmin,  Aira Liviya Fatul Alya,  Elsa Aprilia Praditasari dan  Keyza Ayunita Rahayu

 

Hadepe