blank
Wamenkes RI melakukan kunjungan ke wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, Rabu 22 April 2026. Foto: Kudnadi Saputro Blora

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia melakukan kunjungan ke wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, untuk meninjau pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).  Rabu 22 April 2026.

Kunjungan Wamenakes ke Desa Tunjungan, kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora didampingi oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Bupati Blora, Arief Rohman, Wakil Bupati, Sri Setiyorini, Forkopimda Blora, Ketua TP PKK Kabupaten Blora dan Kepala Dinkesda Kabupaten Blora.

Dalam kunjungan Wamenakes Republik Indonesia pada pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Wamenakes meninjau pengobatan gratis, konsultasi dokter hingga rontgen.

Wamenakes, dr. Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan bahwa kedatangannya untuk melihat apa yang terjadi di lapangan dan permasalahan apa saja yang terjadi.

“Saya datang ke sini agar semua bisa saling membantu, semua saling mengingatkan, jadi komitmen bersama dan suatu kebanggaan bagi kita jika Indonesia bebas dari TBC,” jelas Wamenakes.

Wamenkes mengatakan bahwa kasus TBC di Indonesia sangat tinggi, oleh sebab itu harus segera ditangani serius. Pihaknya pun meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk bersama-sama mencegah TBC.

“Penderita TBC harus langsung diberi pengobatan secara rutin selama 6 bulan. Tak hanya itu, pihak keluarga si penderita juga harus diberi obat pencegahan agar tak tertular penyakit ini,” kata Wamenakes.

Wamenakes mencontohkan jika ada 1.600-an kasus jadi nantinya ada 6.000 orang yang akan diperiksa dan di-tracking, jadi kalau yang sakit ada 500 dan sisanya pencegahan.

“Kita ingin ini berhasil di Blora, sehingga jika ada masyarakat yang terdeteksi sakit TBC dapat segera diobati, Kontak serumah atau kontak erat yang tidak menunjukkan gejala dan hasil rontgen negatif akan diberikan TPT sebagai langkah pencegahan,” harap  Wamenakes.

1.485 Kasus di Blora

Bupati Blora, Arief Rohman  menyampaikan bahwa penemuan kasus Tuberkulosis di Kabupaten Blora pada tahun 2024 mencapai 1.485 kasus, dan meningkat pada tahun 2025 menjadi 1.676 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus semakin masif, namun juga menjadi pengingat bahwa TB masih menjadi masalah kesehatan yang perlu kita tangani bersama.

“Kami mohon bimbingannya dalam penanganannya, kami juga ingin mohon bantuannya, kami ada 3 RSUD semoga kami bisa dibantu dan meningkatkan bersama dalam pelayanan nya dan stunting dan lainnya kami juga mohon dibantu. Alhamdulillah sinergi provinsi, hingga pusat ini bisa meningkatkan, dan sampai dengan hari ini, telah ditemukan 350 kasus positif TBC di Kabupaten Blora,” jelas Bupati Blora.

Bupati Blora mengatakan sebagai salah satu upaya pencegahan, pihaknya telah melaksanakan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Namun dalam implementasinya, masih terdapat berbagai kendala di lapangan, baik dari sisi kesadaran masyarakat maupun jangkauan layanan.

“Penemuan kasus TB di Kabupaten Blora dapat meningkat secara signifikan sehingga Rantai penularan dapat ditekan dan pada akhirnya kita mampu mewujudkan Kabupaten Blora yang sehat dan bebas TB,” tandas Bupati Blora.

Kudnadi Saputro