blank
Telkomsel menggelar kegiatan customer gathering bertepatan di Hari Kartini 21 April 2026. foto : ist./tlkmsl

SALATIGA (SUARABARU.ID) – Tidak semua bentuk pelayanan dimulai dari memberi. Kadang, bisa dimulai dari duduk bersama dan mendengarkan. Di Hari Kartini yang sarat makna tentang suara dan ruang, Telkomsel menghadirkan sebuah pertemuan yang terasa berbeda.

Melalui kegiatan “Telkomsel Prestige Customers Gathering” di Hotel Wahid Prime Salatiga, Selasa 21 April 2026  Telkomsel mengundang para pelanggan setia yang terpilih untuk hadir, bukan hanya sebagai pengguna layanan, tetapi sebagai cerita yang ingin dipahami.

Suasananya yang hangat, tidak kaku dan tidak berjarak. Ada obrolan ringan di sela makan siang, alunan live music yang menemani, dan senyum yang terasa tulus. Namun di balik itu semua, ada hal yang lebih penting yaitu adanya “ruang untuk berbicara”

Berbagai pelanggan postpaid (Kartu Halo), prepaid (SIMPATI dan by.U), maupun IndiHome, datang membawa pengalaman masing-masing. Selain itu ada pula yang bercerita tentang kemudahan yang dirasakan, ada juga yang dengan jujur menyampaikan hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Dan hari itu, semua cerita terasa berarti.

GM Mobile Consumer Business Regional Jawa Tengah & DIY, Gamada, menyampaikan, Telkomsel tidak hanya hadir untuk menjawab, tetapi untuk memahami.

“Kami ada di sini untuk mendengar langsung experience yang dialami pelanggan, baik hal yang positif maupun hal yang kurang. Ini semua agar layanan Telkomsel lebih baik ke depannya,” katanya.

Dalam momen itu, terasa bahwa melayani sepenuh hati bukan sekadar slogan. Ia hadir dengan membuka diri, menerima masukan, dan menjadikannya bagian dari perjalanan untuk terus bertumbuh bersama.

Karena pada akhirnya, hubungan yang baik tidak dibangun dari layanan semata, tetapi dari rasa saling percaya.

Bagi Telkomsel, setiap masukan adalah langkah kecil menuju sesuatu yang lebih besar. Bagi pelanggan, ini adalah pengingat bahwa di balik teknologi, selalu ada manusia yang ingin terhubung bukan hanya oleh jaringan, tetapi oleh perhatian.

“Dan di Hari Kartini ini, Telkomsel memilih cara yang paling mendasar untuk terus melangkah: mendengar, memahami, dan melayani sepenuh hati,” katanya.

Hery Priyono