blank
Pembangunan gedung baru Kudus Sehat RSUD dr Loekmono Hadi Kudus akan segera dilaksanakan dengan menempati lahan eks Matahari Mall. foto: Ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Pembangunan Gedung Kudus Sehat yang akan menjadi bagian dari konsep rumah sakit modern di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dipastikan segera dimulai. Proyek strategis daerah ini telah rampung proses lelang dan tinggal menunggu tahap kontrak sebelum pengerjaan fisik dilakukan.

Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Kudus, proyek tersebut dimenangkan oleh PT Gala Tama yang beralamat di Jalan Pandanaran 58 Semarang. Dari pagu anggaran sebesar Rp99 miliar, perusahaan tersebut mengajukan penawaran senilai Rp91,4 miliar.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa pembangunan akan segera direalisasikan setelah tahapan administrasi selesai. Saat ini, proyek masih berada dalam masa sanggah sebelum penandatanganan kontrak.

“Segera setelah masa sanggah selesai, kita lanjut ke kontrak dan langsung pengerjaan. Mohon doa agar semuanya lancar,” ujar Sam’ani, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, Gedung Kudus Sehat dirancang dengan konsep rumah sakit modern yang terintegrasi dengan fasilitas publik, seperti pusat perbelanjaan dan restoran. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Bangunan tersebut akan berdiri di lahan bekas Mall Matahari yang berada di samping Pasar Bitingan Kudus. Lokasi strategis ini dinilai mampu mendukung konsep integrasi layanan kesehatan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan rumah sakit yang tidak hanya modern dari sisi pelayanan, tetapi juga terhubung dengan fasilitas umum lainnya,” tambahnya.

Dampak ke Pedagang Pasar Bitingan

Di sisi lain, pembangunan proyek ini juga berdampak pada keberadaan pedagang, khususnya yang berjualan di sekitar Pasar Bitingan. Namun, Bupati memastikan tidak ada kendala berarti dalam proses penataan tersebut.

Pedagang yang berada di dalam area pasar tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Sementara itu, pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Mayor Basuno atau di sekitar eks Matahari Mall diminta untuk segera pindah ke Pasar Saerah yang telah disiapkan pemerintah.

“Pedagang yang di jalan sudah sepakat untuk pindah,” tegasnya.

Pemkab Kudus juga menyiapkan skema strategis untuk mendukung keberlangsungan usaha para pedagang. Salah satunya melalui kerja sama dengan Kementerian Koperasi untuk membentuk Toko Rakyat Serba Ada (Torasera).

Program ini nantinya akan menjadi wadah bagi pedagang Pasar Saerah agar bisa menjadi pemasok bagi Koperasi Desa Merah Putih, sehingga memiliki akses pasar yang lebih luas dan stabil.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi. Kebetulan Pak Menteri adalah orang Kudus. Torasera akan segera dibentuk untuk mendukung pedagang,” jelas Sam’ani.

Ali Bustomi