GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Aksi nyata ditunjukkan oleh warga membeli dastu secara swadaya demi memperbaiki akses transportasi yang kian memprihatinkan.
Langkah ini mereka ambil sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.
Warga bergerak cepat tambal jalan berlubang di jalur yang menghubungkan Desa Pulokulon dan Desa Pojok, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
BACA JUGA : Peran Strategis PDUI dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Dokter Umum di Indonesia
Mereka tidak ingin kerusakan jalan yang semakin parah dan dibiarkan tanpa penanganan sementara.
Kondisi infrastruktur yang rusak parah ini menjadi keprihatinan tersediri bagi Eka, warga setempat.
Ia secara sukarela merogoh kocek pribadi untuk menyumbangkan dua rit padas batu atau dastu guna menutup lubang-lubang yang menganga.
Puluhan warga tampak antusias bahu-membahu menata material di titik-titik kerusakan. Semangat gotong royong terpancar kuat meski mereka harus bekerja di bawah guyuran keringat, Senin (20/4/2026).
BACA JUGA : Jaksa Tuntut 3 Eks Petinggi Sritex 16 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Mengarang Bebas!
Eka menegaskan bahwa keputusannya memberikan bantuan material murni karena rasa kemanusiaan. Ia mengaku tidak memiliki motif politik atau keuntungan pribadi di balik aksi sosialnya tersebut.
“Saya kasihan dengan anak-anak yang mau sekolah. Banyak yang sudah jatuh karena jalan ini berlubang. Kalau hujan pasti becek dan banyak genangan air,” ujar Eka saat memberikan keterangannya.
Perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta ini sering melihat langsung penderitaan warga. Ia merasa tidak tega melihat anak sekolah harus bertaruh nyawa setiap hari melewati jalan yang berlubang parah tersebut.
Ternyata, inisiatif ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh masyarakat setempat. Eka menceritakan bahwa warga sebelumnya sudah sering melakukan penggalangan dana secara mandiri untuk perawatan jalan.
Kepedulian ini bahkan meluas hingga ke luar negeri, di mana para alumni LPKS Koreaindo turut mengirimkan bantuan.
Mereka yang kini sukses bekerja di Korea Selatan tidak melupakan kondisi kampung halaman mereka, tertama akses jalan menuju ke LPKS Koreaindo ini.
“Sudah sejak tiga tahun lalu, warga menggalang dana. Bahkan ada alumni LPKS Koreaindo yang sudah bekerja di Korea turut berkontribusi untuk membeli dastu,” papar perempuan tangguh tersebut.
BACA JUGA : Peran Strategis PDUI dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Dokter Umum di Indonesia
Rifki, warga desa lainnya, juga tampak sibuk meratakan gundukan dastu yang baru saja diturunkan dari truk. Ia bergabung dengan warga lain untuk memastikan permukaan jalan lebih rata dan layak dilewati kendaraan.
Rifki mengeluhkan betapa buruknya kondisi jalan selama ini yang sangat menghambat denyut nadi perekonomian warga. Kehadiran lubang-lubang dalam menjadi momok menakutkan, terutama saat musim penghujan datang.
“Sudah banyak siswa yang jatuh setelah melewati jalan ini. Jalannya berlubang cukup dalam. Kalau hujan becek, kalau musim kemarau berbatu-batu,” keluh Rifki dengan nada kecewa.
Menurut keterangannya, jalan penghubung Desa Pulokulon dan Desa Pojok ini sejatinya merupakan jalur vital. Kerusakan jalan otomatis membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dan risiko kecelakaan meningkat drastis.
Rifki mengenang masa-masa ketika akses jalan tersebut masih dalam kondisi prima beberapa tahun silam. Dulu, warga bisa melintas dengan nyaman tanpa rasa khawatir akan terperosok atau terjatuh.
“Dulu itu jalannya halus. Jalan cor-coran. Terus tiga tahun terakhir ini memprihatinkan, jadi ya memang cukup mengganggu aktivitas warga,” ungkap Rifki sembari menyeka keringat.
Perubahan kondisi dari jalan cor menjadi jalan penuh lubang ini terjadi secara bertahap akibat kurangnya perawatan berkala.
Masyarakat kini menaruh harapan besar pada Pemerintah Kabupaten Grobogan agar segera turun tangan memberikan solusi permanen.
Mereka berharap perbaikan jalan yang lebih kokoh agar tidak terus-menerus mengandalkan swadaya.
BACA JUGA : Sumanto Singgung Mitos Genderuwo, Pohon Besar Dijaga demi Kelangsungan Sumber Air Desa
Warga juga sepakat bahwa perbaikan infrastruktur adalah kunci utama peningkatan kesejahteraan masyarakat di pelosok desa.
Menurut mereka, jalan yang bagus akan mempermudah akses pendidikan, kesehatan, dan perdagangan bagi seluruh warga.
“Harapannya tidak muluk-muluk, warga hanya ingin jalannya kembali di-cor agar aktivitas perekonomian warga kembali berjalan lancar,” pungkas Rifki.
TYA WIDYA













