KOTA MUNGKID
(SUARABARU.ID) –
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan 74 revitalisasi satuan pendidikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI, di SD Negeri 2 Borobudur, hari ini Sabtu (18 April 26). Jumlah tersebut, 61 berada di Kabupaten dan 13 di Kota Magelang.
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden adalah inisiatif strategis Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan publik, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan koperasi. PHTC fokus pada pemerataan kualitas di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) melalui perbaikan infrastruktur, revitalisasi sekolah, dan penguatan SDM.
Menteri dalam kesempatan tersebut mengatakan, tahun ini total ada 16.167 sekolah. Tahun ini yang sudah ada anggarannya 11.400 satuan pendidikan.
“Insyaallah ada tambahan lagi dari Pak Presiden, 60.000.
Kemarin sudah disetujui anggarannya, insyaallah kita ada tambahan 60.000 di tahun 2026 ini, sehingga keseluruhan insyaallah bisa 71.000 satuan pendidikan. Nah, kalau sekarang Kabupaten Magelang mendapatkan 61 sekolah,
kemudian Kota Magelang mendapatkan 13 sekolah, insyaallah tahun depan bisa minimal, dua kali lipat,” katanya.
Ditandaskan, itu program kerja lima tahun. Menurut dia, Presiden sudah merencanakan, kalau jumlah sekolah yang rusak ada sekitar 100 – 200 ribu, dalam lima tahun semua bisa diperbaiki.
Dijelaskan, komitmen tahun ini untuk daerah yang terdampak bencana. Seperti di Sumatera dan beberapa tempat di Indonesia. Selain itu adalah daerah 3T, dan sekolah-sekolah yang rusak berat.
Terkait hal itu dia minta kepada Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan untuk mendata sekolah yang memungkinkan dibantu. “Tapi yang baik-baik jangan dirusak hanya karena ingin mendapat bantuan,” guraunya.

Dalam kesempatan itu dia menyinggung program IFB (Interactive Flat Panel) atau Papan Interaktif Digital (PID).
Tahun ini satu IFB per sekolah. Tahun depan rencananya tiga IFB per sekolah.
Menteri dalam kunjungan tersebut sempat masuk kelas V dan berdialog dengan murid. “Oke, saya sudah masuk ke kelas, terima kasih Bu Guru sudah mengajar dengan baik, anak-anak semangat, tapi tentu kami tekankan bahwa pembelajaran kita harus terintegrasi dengan pembelajaran mendalam,
terintegrasi dengan program-program penguatan pendidikan karakter. Jadi sarana-prasarana IFB itu ibarat lagu Indonesia Raya, bangunlah badannya.
Nah, bangunlah jiwanya dari deep learning, pembelajaran mendalam, kemudian penguatan pendidikan karakter melalui tujuh kebiasaan Indonesia hebat. Saya yakin semua sudah terlaksana,
membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman,
program pagi ceria, dan program penguatan akademik melalui tes kemampuan akademik,” katanya.
Honorer
Dia juga menyinggung nasib guru. “Kalau tahun ini masih ada guru honorer, insentifnya kami naikkan dari Rp 300 menjadi Rp 400 ribu per bulan, transfer langsung. Kemudian untuk TK, mulai tahun ini ada Program Indonesia Pintar (PIP)
sebesar Rp 450 ribu per tahun, untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia,” paparnya.
Bupati Grengseng Pamuji menyambut baik kunjungan Menteri Pendidikan. Dia menyatakan masih punya pekerjaan rumah berupa penegerian sekolah TK.
“Alhamdulillah APBD kami sudah meng-cover semua seragam untuk siswa SD dan SMP,” katanya.
Terkait bantuan tersebut, menurut Bupati, memperoleh sebesar Rp 54.435.875.000
untuk 60 satuan pendidikan. Terdiri dari 1 SMA, 23 SMP, 23 SD, 3 PAUD, dan 10 SMK.
Dilaporkan, jumlah SD hampir 500. Yang mendapat bantuan baru 23. “Kami mohon revitalisasi juga Pak. Revitalisasi bukan hanya sekedar pembangunan fisik, saya yakin ini menjadi langkah strategis bagi peningkatan mutu pendidikan
untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan delapan standar nasional pendidikan, mulai dari standar isi proses, kompetensi lulusan pendidik, tenaga pendidikan, sarana-prasarana pengelolaan, pembiayaan, hingga penilaian,” katanya.
Eko Priyono













